TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gelar Rights Issue, HK Metals Incar Investor Baru

Busthomi
8 October 2021 | 10:26
rubrik: Capital Market
Gelar Rights Issue, HK Metals Incar Investor Baru

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri besi, baja dan alumunium, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berencana menggelar aksi korporasi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue guna menggandeng mitra strategis.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5.150.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Namun harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) ini belum ditentukan.

Perseroan telah meminta persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 7 Oktober 2021. Sementara itu, agenda kedua RUPSLB yakni persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor beserta penyesuaian pada Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan peningkatan modal tersebut.

Direktur Utama HKMU Muhamad Kuncoro mengatakan, jangka waktu pelaksanaan PUT atau rights issue tersebut akan dilakukan setelah perseroan mengantongi Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Merujuk pada ketentuan Pasal 8 ayat 3 POJK 14, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Rights issue diharapkan akan digelar dan selesai di kuartal I tahun 2022,” katanya dalam konferensi pers usai RUPSLB di District 8, Treasury Tower, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2021).

Dana rights issue, setelah dikurangi dengan seluruh komisi, biaya, ongkos dan pengeluaran lainnya, akan digunakan untuk modal kerja, pembayaran sebagian utang, dan sisanya untuk anak usaha.

“Kami memperkirakan bahwa dalam hal dana yang diperoleh dari hasil HMETD ini digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana, maka kami akan memiliki sejumlah dana yang bisa digunakan sebagai modal kerja untuk pelaksanaan strategi bisnis ritel dan pembayaran sebagian utang,” jelasnya.

BACA JUGA:   Rights Issue Disetujui RUPSLB, PBRX Harap Raih Pernyataan Efektif OJK Akhir Bulan Ini

Dalam kesempatan yang sama, Jodi Pujiyono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan HKMU menambahkan, aksi rights issue ini juga menjadi salah satu strategi dalam menggandeng mitra baru di tengah membaiknya kinerja bisnis.

Berdasarkan Keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, saat ini pemegang saham HKMU yakni PT Hyamn Sukses Abadi dengan porsi 46,87% atau 1.509.963.750 saham, sementara investor pulik (di bawah 5%) sebesar 53,13% atau sebanyak 1.711.786.250 saham.

Dengan asumsi semua pemegang saham menyerap haknya, maka setelah rights issue, skenario awal sebelum adanya mitra baru yakni Hyamn Sukses tetap akan memiliki 46,87% dengan porsi saham bertambah menjadi 3.923.656.095 dan publik tetap sebesar 53,13% dengan jumlah saham naik menjadi 4.448.093.905 saham.

Dalam upaya peningkatan tata kelola perusahaan, pemegang saham juga sudah menetapkan komisaris baru yakni aktor Ricky Harun. Putra dari aktris Donna Harun ini ditetapkan menjadi Komisaris Independen HKMU melalui RUPST dan RUPSLB 16 Agustus lalu. Pengangkatan Ricky sebagai salah satu komisaris lantaran dirinya merupakan seorang public figure yang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang produk HKMU.

Kinerja Membaik

Perseroan mencatatkan kinerja yang mulai pulih di semester I-2021 di tengah pandemi Covid-19. HKMU meraih pendapatan Rp 236,78 miliar, turun dari periode yang sama tahun lalu Rp 444,05 miliar. Kontribusi terbesar dari alumunium Rp 119,85 miliar, dari Rp 122,58 miliar dan penjualan baja ringan Rp 48,76 miliar dari sebelumnya Rp 80,31 miliar.

Menariknya, penjualan produk stainless steel naik 38,32% menjadi Rp 26,82 miliar, dari Rp 19,39 miliar, dan pipa pvc naik 54,28% menjadi Rp 19,47 miliar dari Rp 12,62 miliar. Penjualan produk toilet dan sanitary wares bahkan melonjak 251% menjadi Rp 19,29 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 5,49 miliar.

BACA JUGA:   GPSO Jajaki Akuisisi Jumbo, Incar Rights Issue Sebagai Solusi Pendanaan

Dengan demikian, rugi bersih HKMU berkurang 61% menjadi Rp 9,09 miliar dari rugi bersih pada periode Juni 2020 sebesar Rp 23,16 miliar.

Jodi Pujiyono mengatakan strategi ke depan ialah memangkas bisnis yang low margin seperti distribusi, perdagangan dengan kontribusi margin single digit, dan akan fokus ke manufaktur.

“Hal ini didasari antara lain karena kondisi market di saat pandemi yang melemah, membuat prinsipal melakukan penjualan direct ke consumer, sehingga posisi sebagai distributor makin tidak menguntungkan. Kami juga punya bisnis manufaktur yang harusnya bisa lebih optimal lagi baik dari sisi gross margin maupun efisiensi demi mencetak profitabilitas,” katanya.

Selain itu, ekspor juga terus dioptimalkan untuk penambahan proporsi, sementara utilisasi juga akan didorong ke 80%. Tahun ini beberapa unit juga sudah mencapai rekor produksi tertingginya dan akan terus ditingkatkan.

FOTO: Istimewa/Detik

Tags: HK MetalsHKMUrights issue
Previous Post

Hingga Akhir September, Transaksi Mirae Asset Sekuritas Masih yang Pertama

Next Post

Saham BBCA Mulai Diperdagangkan dengan Harga Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR