TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GPSO Jajaki Akuisisi Jumbo, Incar Rights Issue Sebagai Solusi Pendanaan

Busthomi
11 March 2026 | 11:52
rubrik: Capital Market
Kepemilikan Dirut GPSO Tinggal 27% di Tengah Rencana Akuisisi oleh Tjokro Group

PT Geoprima Solusi Tbk (IDX: GPSO) terus menunjukkan komitmennya terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini sudah dibuktikan melalui laporan ESG sepanjang tahun 2025 lalu. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah sorotan atas volatilitas sahamnya, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mengungkapkan tengah menjajaki sejumlah opsi aksi korporasi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Langkah tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum ada keputusan final yang diambil manajemen.

Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menjelaskan penjajakan ini disampaikan sebagai respons atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas transaksi saham perseroan.

“Perseroan saat ini sedang melakukan penjajakan terhadap beberapa opsi rencana korporasi,” ujarnya dalam surat klarifikasi kepada BEI, dikutip Rabu (10/3/2026).

Sebelumnya, GPSO telah menandatangani kesepakatan awal pada 20 Januari 2026 dengan pihak terafiliasi yakni PT Morita Tjokro Gearindo, PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo, dan PT Jaya Indah Casting. Kesepakatan tersebut terkait rencana pengalihan sejumlah aset dan saham perusahaan dengan nilai transaksi sekitar Rp700 miliar.

Dalam skema awal, GPSO berencana mengakuisisi sejumlah entitas usaha seperti 75% saham PT Pulogadung Tempajaya senilai Rp385 miliar, 70% saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo sebesar Rp90 miliar, serta 70% saham PT Jakarta Marten Logamindo senilai Rp65 miliar.

Selain itu, perseroan juga berencana membeli aset tanah dan bangunan pabrik di kawasan industri Jababeka serta EJIP dengan nilai total sekitar Rp160 miliar.

Untuk pendanaan transaksi tersebut, manajemen tengah mengkaji berbagai alternatif, mulai dari pinjaman perbankan, penerbitan instrumen utang, hingga penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Perseroan juga mempertimbangkan skema share swap atau inbreng saham, penerbitan surat utang berbunga rendah, hingga opsi pembelian hak pengelolaan jangka panjang dengan opsi beli.

Adapun proses kajian dan persiapan transaksi masih berlangsung. GPSO menargetkan pelaksanaan due diligence hingga April 2026, diikuti pengajuan pendanaan dan persetujuan RUPSLB pada Juni 2026.

BACA JUGA:   NAYZ Klarifikasi Transaksi Material, Pastikan Seluruh Tahapan Akan Melalui Persetujuan RUPS

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, perseroan menargetkan pelaksanaan rights issue dan penyelesaian transaksi pada Desember 2026.

Tags: aksi korporasiGPSOpt geoprima solusi tbkrights issue
Previous Post

KORPRI Persilakan ASN Buka Rekening Gaji di BSI

Next Post

Insight Investments Management Integrasikan CSR dan ESG sebagai Model Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR