TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK Minta Industri Keuangan Jauhi Perusak Lingkungan.

Nurdian Akhmad
23 November 2015 | 21:11
rubrik: Finance
Jakarta-Thebusinessnews.Industri jasa keuangan di tuding oleh berapa organisasi penggiat lingkungan,turut memuluskan terjadinya kerusakan itu.Agar dampak buruk itu bisa di kurangi   OJK meminta industri jasa keungan menjauhi perusahaan perusak lingkungan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK ),Muliaman D Hadad menghimbau industri jasa keuangan tidak memberi memberi pembiayaan kepada perusahaan perusak lingkungan. “Untuk itu kami akan bekerjasama kementerian lingkungan hidup dan kehutanan  untuk mendata perusahaan perusak lingkungan.” Ujar dia di Jakarta, Senin, 23 Nopember 2015

Sementara Pengiat lingkungan ResponsiBank Indonesia,Rahmawati Retno Winarni meminta OJK menangguhan atau pembatalan pinjaman atau Initial Public Offering (IPO) kepada perusahaan pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ia menjelaskan,Kasus kebakaran hutan dan lahan yang sudah menjadi “agenda” tahunan di republik ini tentu sangat mengganggu stabilitas ekonomi, ekosistem dan kesehatan masyarakat. Menilik hasil laporan pemeringkatan bank tahun 2014 yang dilakukan oleh Koalisi Responsibank Indonesia, dari 11 bank (3 bank asing dan 8 bank lokal) yang dikaji pada tema perubahan iklim, ditemukan bahwa aspek mitigasi pengurangan emisi karbon, perubahan iklim ataupun pelestarian lingkungan belum menjadi syarat bagi korporasi untuk mendapatkan kredit bank.

Padahal, bank harus punya pertimbangan sosial dan lingkungan hidup dalam memberikan kredit. Misalkan,Kalau ada perusahaan perkebunan sawit membakar hutan dan lahan, maka bank yang memberikan kredit juga punya andil dalam kebakaran hutan.

Ditambahkan  oleh Peneliti Prakasa,Rotua Nuraini Tampubolon mengatakan sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pengawas  perbankan kepada dua bank yang yakni Bank Mandiri dan DBS Bank. Kedua bank itu memberi pinjaman ke PT Provident Agro, induk perusahaan PT Inti Hibrindo di Riau yang sudah dibekukan izinnya oleh pemerintah. “Kreditor utama Provident Agro tidak lain adalah bank-bank jumbo milik pemerintah Singapura dan Indonesia .”jelas dia.(az)

BACA JUGA:   Tahun 2016, Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp2,7 Triliun

 

Previous Post

OJK Tegaskan Perbankan Syariah Dapat Transaksi Hedging

Next Post

Festival Belanja Online 2015 Targetkan Transaksi Rp 1,5 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR