
Jakarta, businessnews.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sepanjang 2014 iniĀ akan lebih fokus pada pengembangan pasar modal melalui pendalaman pasar keuangan, sebagai persiapan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
“Pada dasarnya, fokus OJK ada pada tantangan integrasi di Asean Economic Community 2015. Pendalaman pasar modal menjadi penting untuk tahun ini. Kalau integrasi industri perbankan baru akan dilaksanakan pada tahun 2020,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam acara Dialogue Strengthening indonesia’s Financial System di Jakarta, Senin (3/2/14)
Saat ini, kata Muliaman, arah pembangunan ekonomi di Indonesia sangat membutuhkan ketersediaan pendanaan untuk membiayai pengembangan infrastruktur. Namun, lanjut dia, rendahnya kapasitas pembiayaan untuk jangka panjang menjadi kendala utama untuk meningkatkan percepatan dan perluasan pembangunan itu.
“Untuk mengembangkan dan memerdalam pasar keuangan, terutama di pasar modal, diharapkan ada dukungan pula dari pihak terkait untuk berkreasi dalam pengembangan produk. Saat ini, OJK juga tengah melakukan pengembangan pasar surat utang di pasar modal,” tuturnya.
Guna mendukung pendalaman pasar keuangan ini, lanjut Muliaman, pihaknya juga akan mengembangkan infrastruktur keuangan maupun standar akuntansi di pasar modal. “Kami juga akan melakukan harmonisasi berbagai regulasi dalam kerangka menjelang pelaksanaan MEA 2015,” ucap Muliaman.
Selain itu, jelas dia, OJK juga tengah mengupayakan untuk meningkatkan jumlah emiten di pasar modal.
Bahkan, tambah Muliaman, pihaknya juga akan meluncurkan road map pasar modal untuk mengisi berbagai kekosongan menjelang MEA 2015. “Diharapkan, pada pelaksanaan MEA, industri keuangan Indonesia sudah bisa bersaing dengan baik,” katanya. (ABDUL AZIZ/DHI)