Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (12/11/2021) diestimasikan menguat.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat.
Bursa saham AS ditutup campuran menguat. Dow Jones -0.44%, S&P500 +0.06% dan Nasdaq +0.82% setelah indeks harga konsumen Oktober melonjak ke level tertinggi dalam tiga dekade dan imbal hasil obligasi, serta rebound saham-saham teknologi yang membuat Nasdaq positif.
Dari pasar komoditas bergerak beragam; harga minyak tutup di USD 81,20/barel (-0,07%); timah ke menguat USD 37.722/ton (+1,19%); emas (+0,87%) ke USD 1.864/toz; nikel flat ke USD 19.752/ton (-0,01%); Batubara baru turun di level USD 149/ton (-0.6%).
Bursa Asia kemarin ditutup campuran menguat: Shanghai +1.2%, Hang Seng +1.0%), Nikkei +0.6%, Kospi -0.2%. IHSG ditutup menguat +0,12% pada perdagangan kemarin tertinggi sepanjang waktu ke level 6.691.
Total total net buy kemarin sebesar Rp 277,3 miliar dengan net foreign buy di pasar regular sebesar Rp 277,3 miliar dan net sell di pasar negosiasi sebesar Rp 31,4 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 140,5 miliar), BMRI (Rp 119,4 miliar), dan BBCA (Rp 109,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 122,4 miliar), JPFA (Rp 26,3 miliar), dan UNTR (Rp 24,5 miliar).
Kasus positif Covid-19 Indonesia (12/11) bertambah sebanyak 435 kasus (-9,4% dibandingkan hari sebelumnya) dengan daily positive rate sebesar 0,2%. Total 470 orang yang dinyatakan sembuh kemarin dengan tingkat pemulihan sebesar 96,4%. Perkembangan di Indonesia kemarin dosis pertama bertambah sekitar 812 ribu orang yang mencapai 62% dari target, pemberian dosis kedua bertambah sekitar 756 ribu orang.
Para investor juga menanti rilis data neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober hari Senin pekan depan. Dari pasar regional pagi ini, Nikkei dibuka menguat +0,40% dan Kospi +0,72%.
“IHSG kami perkirakan bergerak menguat seiring semakin menguatnya bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
