Jakarta-Thebusinessnews. Tak semua perusahaan sekuritas berminat menjadi ‘market maker, pasalnya banyak risiko dan modal besar yang harus di siapkan perusahaan sekuritas.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto mengatakan belum terpikir untuk mempersiapkan menjadi market maker. Disamping peraturannya masih dirancang oleh Bursa Efek Indonesia.” Kayakanya bukan ‘penugasan’ kepada Mandiri Sekuritas. Kamisementara ini lebih cocok dengan keinginan BEI dalam peningkatan jumlah investor ritel.” Ujar dia di Jakarta,Kamis,10 Desember 2015.
Ia menjelaskan, untuk menjadi market maker perusahaan sekuritas harus selalu siap dalam posisi beli terhadap saham terkait. ” Jika sudah beli tapi tak ada yang ambil kan butuh modal besar. Apalagi saham tersebut nilainya turun.” Ujar dia mengenai risiko yang akan dihadapi market maker
Sebelumnya,Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio menyatakan untuk menjaga saham emiten UKM untuk aktif diperdagangkan dibutuhkan market marker. Bahkan kegunaan market maker nantinya bukannya untuk kepentingan itu saja namum dapat dimanfaatkan saham saham tidur.
” Di beberapa pasar modal negara maju, mewajibkan bagi saham yang hanya di miliki kurang dari 300 investor wajib ada market maker, kita menuju kesana.” Ujar Tito.(Az)