TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Cost of Fund BRI Terendah Sepanjang Sejarah

Nurdian Akhmad
30 November 2021 | 10:50
rubrik: Business Info
Pandemi dan Tren Digital, BRI Kurangi Uang Tunai Jelang Lebaran

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil menekan biaya dana atau cost of fund ke tingkat terendah sebesar 2,14 persen pada kuartal III 2021. Angka tersebut merupakan yang terendah sepanjang sejarah bank pelat merah ini.

 Persentase itu jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 3,45 persen. Pada 2019, biaya dana BRI sebesar 3,58 persen dan pada 2020 persentasenya 3,22 persen.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, capaian tersebut seiring keberhasilan perseroan melakukan transformasi struktur liabilitas.

 “Cost of fund tersebut pernah di bawah tiga persen sebesar 2,18 persen yaitu pada akhir paruh pertama tahun ini. Dan perlu saya sampaikan cost of fund BRI 2,14 persen ini merupakan terendah sepanjang sejarah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/11/2021).

Sunarso menjelaskan penurunan biaya dana tersebut tak terlepas dari keberhasilan perseroan meningkatkan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Pada Kuartal III 2021, dana murah sebesar Rp 673,1 triliun.

Adapun jumlah yang dibukukan tersebut naik sekitar 5,3 persen dari periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 639,2 triliun. Pada kuartal III 2021, tabungan yang dihimpun sebesar Rp 467,7 triliun dan giro sebesar Rp 205,5 triliun. Angka tersebut naik dari kuartal III 2020, tabungan yang berhasil dihimpun sebesar Rp 424 triliun dan giro sebesar Rp 215,2 triliun.

Kemudian  total dana pihak ketiga sebesar Rp 1.121 triliun atau naik sekitar 5,5 persen dari kurun waktu yang sama pada 2020 sebesar Rp 1.062,7 triliun. Menurutnya penurunan biaya dana erat kaitannya dengan efisiensi biaya pendanaan yang dilakukan BRI melalui langkah-langkah strategis transformasi seperti memperkuat retail payment dan transaksi perbankan.

BACA JUGA:   Program Grow & Green, Aksi Nyata BRI untuk Keberlanjutan Bisnis

“Jadi artinya, efisiensi dari sisi biaya pendanaan, biaya dana berhasil dilakukan oleh BRI melalui berbagai program transformasi tentunya. Dengan memperkuat retail payment, transaction banking dan juga inisiatif-inisiatif lain terkait dengan micropayment,” ucapnya.

Sunarso menyebut membaiknya cost of fund menjadi salah satu pendorong kinerja pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh signifikan. Pada kuartal III 2021, perseroan mencatatkan NII tumbuh 26,88 persen atau Rp 72,43 triliun.

Tags: bank BRI
Previous Post

Akseleran Tumbuh 79% Hampir 5 Bulan Belakangan

Next Post

BSN Luncurkan Etalase Digital Produk UMKM Ber-SNI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR