TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bankir Pun Ragu Kondisi Ekonomi Pulih Tahun Depan

Nurdian Akhmad
16 December 2015 | 14:02
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinesnews.survei “Banking Banana Skins 2015”, yaitu survei tentang risiko perbankan global menemukan kekhawatiran para bankir yang makin bertambah akan kegagalan upaya pemulihan ekonomi global dan kemungkinan kerusakan yang dapat ditimbulkan terhadap sistem perbankan yang masih rapuh.

 

Hasil survei tahunan global yang dilakukan oleh CSFI,bekerjasama dengan PwC, menemukan bahwa iklim makro ekonomi menjadi urutan teratas kekhawatiran para responden. “Hal ini mengungguli peraturan yang berlebihan, yang di waktu lalu selalu mendapatkan peringkat tinggi dalam survei ini, dari urutan teratas tahun lalu ke nomor tiga.” Ujar Analis PwC Indonesia,David Wake di Jakarta,Rabu, 16 Desember 2015

 

Survei ini dibuat berdasarkan tanggapan yang diberikan oleh lebih dari 670 bankir, pembuat kebijakan perbankan dan pengamat industri perbankan di 52negara.

 

Kekhawatiran tentang risiko ekonomi digerakkan olehtingginya peringkat hutang yang terjadi di sebagian besar belahan dunia, oleh pelemahan pertumbuhan di negara berkembang dan oleh ketidakpastian tingkat bunga. Seluruh faktor ini dapat berdampak buruk pada sistem perbankan dimana tingkat solvabilitas perbankan, meskipun kondisinya semakin baik, masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

 

Bahrain Seorang supervisor senior perbankan mengatakan: “Tingginya tingkat hutang memperparah kerapuhan keuangan. Pembuat kebijakan dan bank telah mencetak kemajuan dalam mengurangi pengaruh tingkat hutang di sektor perbankan. Namun pengaruhnya masih terbilang tinggi. Dan semakin naiknya tingkat hutang debitur membuat bank rentan terhadap kejutan ekonomi.”(az)

BACA JUGA:   Resmi, BTN Luncurkan Batara Spekta dengan Meriah
Previous Post

2016,SMF Harapkan Penerbitan EBA-SP Diatas Rp 1,5 triliun

Next Post

Investor ‘tidur’ Menyemut,Yang Aktif 37 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR