TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Balitbang PB HMI Sosialisasikan Revolusi Mental Untuk Pemuda

Nurdian Akhmad
17 December 2015 | 11:35
rubrik: Business Info
JpegJakarta, businessnews.id  – Setelah sebelumnya Balitbang PB HMI sudah banyak melakukan penelitian dan diskusi mengenai isu kepemudaan, kali ini Balitbang PB HMI kembali mengangkat isu kepemudaan dalam acara Seminar Sosialisasi Revolusi Mental untuk Pemuda dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Kepemimpinan Pemuda Sebagai Poros Revolusi Mental Menghadapi Bonus Demografi” pada hari rabu 16 Desember 2015 di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, Jakarta Selatan.
Ketua Balitbang PB HMI, Muhammad Ardiansyah Laitte mengatakan, “Bonus Demografi hanya akan terjadi sekali dalam sejarah Indonesia yang mencapai puncaknya pada tahun 2030. Itulah mengapa kami di Balitbang PB HMI merasa perlu akan adanya peningkatan kualitas kepemimpinan pemuda sebagai poros revolusi mental demi menyambut momentum Bonus Demografi.”
Dalam acara ini, Balitbang PB HMI membagi tema utama ke dalam dua sesi diskusi. Pada sesi pertama, Balitbang PB HMI terlebih dahulu fokus pada pembahasan mengenai peningkatan kualitas kepemimpinan di tataran pemuda, yakni usia remaja hingga usia dewasa. Sebagai narasumber dalam pembahasan di sesi ini, M. Ardiansyah Laitte.
Pada sesi selanjutnya, giliran pembahasan revolusi mental dalam perspektif sosiologis oleh Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) dan Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki keyakinan tentang suatu revolusi yang bisa dilakukan melalui usaha membangun mental.
Serta juga ia mengingatkan bahwa revolusi mental tidak mungkin berhasil bila masih terjadi konflik antar elemen-elemen Negara.Menyambut hal tersebut, M. Ardiansyah Laitte menegaskan, “Revolusi mental bukan hanya milik segelintir orang di Indonesia, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia yang maka dari itu membutuhkan suatu bentuk solidaritas nasional untuk melakukan revolusi tersebut.” (*)
BACA JUGA:   IHSG Naik Terkatrol Penguatan Bursa Saham Asia
Previous Post

Investor ‘tidur’ Menyemut,Yang Aktif 37 Persen

Next Post

Kementerian Pertanian ijinkan Import Daging Lidah Sapi ?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR