TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Survei BI: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Meningkat di Desember 2021

Busthomi
18 January 2022 | 13:01
rubrik: Ekonomi
12 Kepala Perwakilan BI, Berganti

Sumber Foto: Bank Indonesia

Jakarta, TopBusiness – Kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada Desember 2021. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,4% lebih tinggi dibandingkan dengan SBT November 2021 sebesar 14,8%.

Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen KomunikasiE Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Kebutuhan pembiayaan korporasi mayoritas masih dipenuhi dari dana sendiri, diikuti pemanfaatan pembiayaan dari fasilitas kelonggaran tarik dan pinjaman/utang dari perusahaan induk yang ketiganya terindikasi meningkat dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, pembiayaan dari pinjaman perbankan dalam negeri (kredit baru) tercatat melambat.

“Permintaan pembiayaan baru oleh rumah tangga terpantau masih terbatas pada Desember 2021. Responden rumah tangga mayoritas memilih Bank Umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan yang terpantau meningkat pada Desember 2021, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna,” katanya.

Dari sisi penawaran pembiayaan perbankan, lanjutnya, pertumbuhan kredit baru terindikasi melambat pada Desember 2021 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru pada Desember 2021 terindikasi melambat pada jenis Kredit Investasi (KI) dan Kredit Modal Kerja (KMK) namun meningkat untuk jenis pembiayaan KPR dan Kredit Konsumsi lainnya. Sementara itu, untuk keseluruhan periode triwulan IV 2021, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

FOTO: Istimewa

BACA JUGA:   Insentif Pembiayaan Hijau ke Bank: Capai Rp36,38 Triliun
Tags: bank indonesiapembiayaan korporasiperbankan
Previous Post

Surplus Neraca Perdagangan RI 2021 Tertinggi dalam 15 Tahun

Next Post

Incar Pangsa Pasar Ponpes di Banten, BEKS Gandeng FSPP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR