TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksikan Alami Tekanan

Agus Haryanto
24 January 2022 | 05:10
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (24/01/2022) awal pekan, bisa mengalami tekanan.

Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Terkoreksi Mengikuti Bursa Global dan Regional.

Pada penutupan Jumat lalu (21/1), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 1,3%, S&P 500 1,89%, dan Nasdaq 2,72%. Nasdaq pukulan yang telak dari penurunan jumlah saham-saham yang memancarkan teknologi seperti Netflix (yang dilaporkan baru saja melaporkan kinerja 4Q21 yang cukup mengecewakan), Tesla, Amazon, dan Meta. Katalis yang diperkirakan akan menjadi perhatian pasar pekan ini antara lain musim rilis laporan keuangan, pertemuan The Fed yang akan dimulai Selasa (25/1), serta rilis data PDB 4Q21 AS pada Kamis (27/1).

Pasar komoditas terpantau mixed pada Jumat (21/1) lalu; minyak WTI melemah 0,83% ke level USD 84,28/bbl, sedangkan Brent closed. Harga batubara melemah 0,47% ke level USD 224,6/ton, sedangkan nikel menguat 2,02% ke level USD 24.275, dan CPO menguat 1,93% ke level MYR 5.504. Harga emas terpantau melemah 0,4% di level USD 1.832/toz.

Mayoritas bursa Asia bergerak melemah Jumat (21/1) lalu. Kospi melemah 1%, Nikkei 0,9%, Hang Seng menguat 0,1%, dan Shanghai melemah 0,9%. IHSG ditutup menguat 1,5% pada perdagangan Jumat kemarin (21/01) ke level 6.726, dengan net buy asing sebesar Rp 972,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 981 miliar, sementara di pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 8,3 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 275,2 miliar), BMRI (Rp 147,4 miliar), dan TLKM (Rp 144,3 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak AMAR (Rp 31,1 miliar), IPTV (Rp 19,5 miliar), dan BUKA (Rp 18,9 miliar). Top leading movers adalah BBCA, TLKM, dan BBHI, sedangkan BUKA, DCII, dan AVIA menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   Patuh Pada Kebijakan Free Float, MTSM Bakal Lepas 27 Juta Saham

Terjadi penambahan 2.199 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (23/1) lalu dengan tingkat positif sebesar 0,4% (tingkat pemulihan: 96,2%, kasus aktif: 18.891).

Pagi ini Kospi dibuka melemah 0,45% dan Nikkei dibuka 0,88%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, sejalan dengan pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Pekan Lalu IHSG Naik 0,49%, Bagaimana di Pekan Ini?

Next Post

Rangkaian Peluncuran Buku Jenderal Kekaryaan, LKN Ziarah ke TMPN Kalibata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR