TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CSR Solusi Bangun Indonesia Libatkan Masyarakat

Agus Haryanto
17 February 2022 | 21:02
rubrik: Event
CSR Solusi Bangun Indonesia Libatkan Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atau SBI dalam menfokuskan program-program corporate social responsibility atau CSR  di masa pandemi Covid-19 melibatkan masyarakat, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan akan alat pelindung diri (APD). Hal itu memberikan efek berganda, sebab bukan hanya membantu ekonomi masyarakat itu sendiri, namun juga memberikan keamanan bagi para tenaga kerja di internal perusahaan.  

Saat sesi pendalaman materi presentasi bertema The Responsible Company is a Key Strategy for Sustainable Business Growth – Company Resilience Towards Sustainability, CSR General Assistant Nadia Makhya mengakui bahwa pihaknya di masa pandemi memiliki fokus untuk penanganan penyebaran Covid-19 .  

Menurut dia, penanganan pandemi Covid-19 dinilai sangat penting bagi perusahaan karena jika melihat core subject ISO 26000 terdapat indikator ketenagakerjaan. “Nah kami perlu memastikan dalam hal ini bahwa tenaga-tenaga kerja yang bekerja di SBI bekerja di lokasi yang aman. Nah, tentu terutama dari paparan Covid-19.  Nah disinilah peran masyarakat juga. Nah ini kami secara aktif melakukan  program-program penanganan pandemi baik di dalam maupun di luar,” kata Nadia, dihadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Kamis (17/02/2022).

Selain itu, ditegaskan Nadia bahwa fokus program CSR adalah melibatkan masyarakat dengan produk-produk yang dihasilkannya seperti APD. “Jadi didalamnya kami juga fokus ke tenaga kerja. Kami melakukan pendampingan-pendampingan ke masyarakat untuk membuat produk-produk yang berkaitan dengan pandemi, misalnya alat-alat hand sanitizer atau alat pelindung diri untuk tenaga-tenaga kerja kami yang bekerja dan berisiko untuk terpapar covid-19,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, Ummu Azizah M, selaku CSR Manager, menyatakan program CSR dalam mewujudkan share value (CSV) guna menciptakan rantai pasokan produk yang dibutuhkan bagi perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat terdampak pandemi.

BACA JUGA:   TJSL PT Jasa Marga Sukses Hijaukan Tol dan Tanggulangi Covid

 “Ini juga menarik yah CSV. Jadi memang dalam supply chain, kita juga mengidentifikasi stakeholders yang terkait dengan mata rantai operasional.  Nah apa yang kita lakukan dengan para stakeholder yang terlibat, antara lain untuk menguatkan para supplier lokal, supaya supplier lokal ini, kalau kita bandingkan dengan supplier yang sudah mempunyai nama, mereka pasti akan ketinggalan dan tidak akan pernah bisa mampu untuk bisa mengikuti prosedur yang ada.  Kemudian bagaimana mereka juga bisa melakukan safety dan juga healthy procedure secara baik. Itu  merupakan tantangan di dalam proses supply chain kami,” jelasnya.

Untuk memecahkan masalah dan mendapatkan solusi, perusahaan melibatkan departemen lainnya guna memberikan kesempatan bagi produk masyarakat untuk dapat dipergunakan oleh pekerja-pekerja di SBI. “Nah kami bekerja sama dengan procurement, kami juga mempunyai beberapa kegiatan di masyarakat untuk menguatkan kapasitas dari para suppliers lokal. Di dalam CSV ini, kami kemudian berfokus pada tipe ketiga yaitu penciptaan lokal klaster,” ungkap dia.

Dikatakan Ummu, lokal klaster artinya bagaimana perusahaan juga menguatkan klaster-klaster lokal, supplier lokal, vendor-vendor lokal, sehingga ketika masuk ke operasional  perusahaan sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ada.

Oleh karena itu, perusahaan tetap berkomitmen untuk memberikan pendampingan dengan harapan produk-produk yang dihasilkan masyarakat terdampak Covid-19 dapat diterima pasar. “Kalau tidak ada pemberdayaan di mereka, maka kalah dengan supplier-supplier yang sudah seattle dan duitnya gede, sudah berpendidikan tinggi, pengalaman banyak. Nah itu salah satu program yang kami lakukan bekerja sama dengan pihak procurement dari departemen yang lain untuk memastikan supplier lokal ini juga mampu bersaing,” papar dia.

Previous Post

Perkuat Land Bank, TRIN Gelar Right Issue Sebesar Rp 750 per Saham

Next Post

IHSG Diperkirakan Melemah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR