Jakarta, TopBusiness—Perumda BPR Kuningan (Bank Kuningan), Jawa Barat, terus melakukan sejumlah inovasi bisnis untuk meningkatkan kinerja. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah layanan pengelolaan bank sampah.
“Dalam layanan tersebut, ada dua skema yang dijalankan,” kata Direktur Utama Bank Kuningan, Dodo Warda, hari ini dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022.
Dodo kemudian menjelaskan bahwa, dalam salah satu skema, ada alur tertentu. Di situ, masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah. Kemudian, ditampung pada BSU (bank sampah unit) atau pun badan usaha milik desa (bumdes).
Kemudian, sampah yang sudah dipilah tersebut disetorkan ke bank sampah induk (BSI). Setelah itu, dijual ke pabrik pengolahan.
Dana hasil penjualan tersebut dikumpulkan ke BSI. Lalu kembali ke BSU. “Dana itu kemudian disimpan di Bank Kuningan,” Dodo menjelaskan.
Di samping layanan pengelolaan bank sampah, ada lagi bentuk inovasi oleh Bank Kuningan. Yakni adanya Kredit Dana Talangan. Nasabahnya adalah masyarakat yang membutuhkan dana emergency jangka pendek, contohnya adalah dana untuk hajatan.
“Kredit tersebut,” Dodo mengatakan, “juga bisa diberikan ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).”
Kredit Peduli Masyarakat pun merupakan bentuk inovasi oleh Bank Kuningan. Itu merupakan kredit yang diberikan kepada pedagang, tanpa memerlukan jaminan.
Dodo pun menjelaskan bahwa kredit untuk KPSPAM (Kelompok Pengelola Sarana dan Prasarana Air Minum dan Sanitasi) juga menjadi contoh inovasi oleh pihaknya. Kredit ini merupakan kerja sama dengan sejumlah pihak, di antara itu adalah Dinas PUPR Jawa Barat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan Dinas BPMD Kabupaten Kuningan.
Masih tentang inovasi, Dodo pun menjelaskan tentang layanan virtual account oleh Bank Kuningan. Ini merupakan layanan kemudahan transaksi setoran dari bank umum dengan virtual account yang host to host. Setoran tersebut di saat bersamaan bisa masuk ke rekening nasabah di Bank Kuningan.
“Layanan virtual account tersebut juga berperan mendukung [penyaluran] dana desa,” Dodo berkata lagi.
