Jakarta,TopBusiness – PT PJB UBJ O&M PLTU Tenayan atau PLTU Tenayan memiliki komitmen dalam penerapan tanggung-jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) terhadap masyarakat dan lingkungan. Perseroan menilai, keberlanjutan bisnis dan CSR seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.
General Manager Arief Wicaksono, dihadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2022, yang berlangsung dalam jaringan aplikasi zoom meeting, menyatakan bahwa pihaknya dalam menjalankan roda bisnis selalu berkomitmen terhadap pelaksanaan CSR. “Kami PLTU Tenayan berkomitmen dalam proses pembangunan berkelanjutan. Adapun green energy ini untuk masyarakat masa kini dan masa mendatang,” kata dia, dalam proses penjurian dan pemaparan presentasi bertema The Resposible Company is a Key Strategy for Sustainable Business Growth atau Ekspansi Tanggung Jawab Sosial Ditengah Keterbatasan, di Jakarta, Rabu (23/02/2022).
Dijelaskan dia bahwa penyaluran energi melalui proses bisnis pembangkitan dilakukan lebih matang, beretika dan peduli akan masyarakat di sekitar perusahaan. “Bisnis dan tanggung jawab sosial lebih mirip dua sisi mata uang dalam hal ini tidak bisa dipisahkan. Bahwa CSR bukan sekedar aksi filantropi, dan charity semata tapi lebih luas daripada itu mencakup seluruh aspek sosial, lingkungan bahkan ekonomi,” papar dia.
Aspek sosial, lingkungan dan ekonomi ini, lanjut Arief, perseroan bangun melalui budaya CSR dan bukan hanya untuk mentaati regulasi, namun jauh daripada itu ingin membuat masyarakat berdikari dalam menyongsong sustainability development goals demi masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Di kesempatan yang sama, Junaidi Ade Saputra sebagai staf dan humas, menjelaskan bahwa perseroan menyinggung soal implementasi CSR yang dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan, hingga melakukan survei lapangan. “Kami meningkatkan engagement stakeholders, dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan yang ada, mulai dari pemerintah, LSM dan warganya. Kami melakukan koordinasi secara langsung dengan melakukan survei langsung. Kami rasa kami dapat lebih cepat, dan tepat untuk mengantisipasi dampak-dampak yang tidak diinginkan,” ungkap dia.
Menurut dia, pihaknya dalam menetapkan program-program CSR tak hanya mengedepankan inisiatif dari masyarakat saja, tapi juga dipadukan dengan rencana strategi perseroan. “Jadi hampir keseluruhan program kita itu berdasarkan renstra hingga berdasarkan proposal yang diminta dari masyarakat. Jadi kalau di unit-unit lain mengalami over proposal yang masuk. Alhamdulillah, kami cukup tertata,” ujar dia.
Perseroan dalam menyelaraskan program CSR melibatkan masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi, sehingga terbentuk saling pengertian dan kerjasama. “Insya Allah, kami berhasil mengedukasi masyarakat daripada mereka terlalu banyak proposal yang ujung-ujungnya, tidak kami setujui. Karena di sini mengutamakan azas musyawarah terlebih dahulu, mana kira-kira program yang bisa kami sinergikan baru kemudian dibuat proposal. Jadi hampir seratus persen, program kami dengan proposal masyarakat itu inline sampai seratus persen,” papar dia.
