Jakarta, TopBusiness – Kendati masih suasana pandemi, Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal mencatatkan kinerja baik dan sehat di tahun 2021 lalu. Adalah Edy Shofyan, S.H., M.M., selaku Direktur Operasional yang mengungkap hal tersebut ketika hadir di sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah Top Business secara virtual pada Jumat, (25/2/2022).
Ada dua indikator yang digunakan Perumda Air Minum Tirta Ayu dalam melihat kinerja perusahaan, yakni indicator dari Kementerian PUPR dan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999.
”Di tahun 2021 berdasarkan indikator Kementerian PUPR, poin kita ada di anga 3,87 dengan kategori sehat, kemudian menurut indikator Kemendagri No. 47 Tahun 1999, dari tiga aspek, keuangan, operasional, dan administrasi poin kita adalah 66,76 dalam kategori baik,” kata Edy Shofyan seraya meyampaikan rasa syukur atas kinerja perusahaan yang bisa bertahan pada kategori sehat dan baik menurut dua indikator tersebut.
Secara ringkas dalam paparannya Edy menyatakan bahwa saat ini jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Ayu berjumlah 52.000 sambungan rumah dengan cakupan layanan secara teknis 13,43% dan secara administrasi 12,01%.
”Tingkat keborocan air (NRW) kita tahun ini 29,65%. Kemudian untuk kualitas air minum kita sudah memenuhi Syarat Air Minum (MSAM). Rata-rata jam layanan kita per hari 21,91 jam/hari dengan efektivitas penagihan di 96,9%,” lanjutnya.
Adapun untuk kinerja keuangan, secara garis besar Edy mengatakan bahwa pada tahun 2020, Perumda Air Minum Tirta Ayu memperoleh laba bersih setelah pajak itu adalah Rp9,5 miliar, sedangkan untuk tahun 2021 laba bersih perusahaan setalah pajak meningkat menjadi Rp10,023 miliar. Sementara dalam perbandingan belanja modal atau capital expanditure (capex) dan realisasi, tahun 2020 dan 2021 perusahaan telah mampu memenuhi target yang sudah ditentukan.
Beralih ke soal tata kelola perusahaan, Edy menyebutkan bahwa terkait dengan GCG perusahaan juga sudah bekerja sama ataupun pendampingan dari BPKP untuk mengetahui apakah tata kelola pelaksanaan kinerja di perusahaan ini sudah sesuai dengan GCG yang ada.
”Ini biasanya kita lakukan dua tahun sekali dengan pendampingan dari BPKP untuk lebih independen dalam melakukan penilaian terhadap kinerja dan tata kelola GCG kita,” kata Edy.
Seiring dengan itu, dalam paparan disebutkan bahwa berdasarkan evaluasi terhadap penerapan GCG pada PDAM Kabupaten Tegal yang dilakukan sejak tanggal 18 Juli 2011 sampai dengan 12 Agustus 2011 untuk periode tahun 2010, disimpulkan bahwa kondisi penerapan GCG pada PDAM Kabupaten Tegal mencapai skor 77,1255% dengan kategori “Baik”.
Inovasi
Cukup panjang lebar dalam memaparkan kinerja perusahaan, tidak ketinggalan pada kesempatan yang sama, Edy juga mengungkap sejumlah terobosan yang telah dilakukan perusahaan, terutama berkaitan upayanya dalam menjaga kepuasan pelanggannya.
Untuk diketahui, berdasarkan survei kepuasan masyarakat atas kinerja dan layanannya, perusahaan ini berhasil meraih poin 81,056 dan berada pada kategori baik menurut indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Adapun terobosan yang dilakukan perusahaan untuk menjaga kepuasan layanan kepada masyarakat, antara lain dengan memberikan kemudahan pelayanan kepada pelanggan, terutama dari sisi kecepatan dan ketepatan layanan antara lain pelanggan diberikan kemudahan ataupun akses pembayaran, baik melalui PPOB, Perbankan, maupun e-commerce.
”Kemudian informasi yang kita berikan secara tepat dan cepat pada pelanggan, bila kita ada gangguan layanan. Ini kita sudah menerapkan media online yang saat ini kita miliki, baik lewat WhatsApp, Facebook, Instagram, maupun Twitter.”
”Kita sudah punya kaitan dengan medsos-medsos era saat ini yang harus kita miliki. (Dalam) kecepatan layanan, terhadap aduan pelanggan, terutama kita sudah ada tim untuk penanganan cepat terhadap kebocoran yang kita siagakan selama 1 x 24 jam,” ungkap Edy.
Masih berkaitan dengan inovasi yang dilakukan, Perumda Air Minum Tirta Ayu juga memberikan kemudahan dalam pemasangan sambungan baru, baik melalui sistem pembayaran dengan angsuran ataupun melalui harga pemasagnan yang murah melalui bulan promo.
Tidak ketinggalan dalam paparannya, Edy juga menyampaikan terkait pemanfaatan teknologi informasi di perusahaan penyedia air minum tersebut. ”Saat ini kita juga sudah menerapkan sistem GIS (Geographic Information System) dan Sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Kemudian Pengadaan flow meter dan pemasangan data logger di setiap zona layanan DMA (District Meter Area),” kata Edy.
Kontribusi
Dalam sesi penjurian Top BUMD Awards 2022 yang adakan secara daring ini Perumda Air Minum Tirta Ayu mengungkap hal yang berkaitan dengan kontribusinya bagi Pemerintah Daerah, baik dalam bentuk pajak maupun retribusi.
”Kontribusi perusahaan/BUMD terhadap fiskal pemerintah daerah, untuk tahun 2021 ini kita sudah memberikan pajak air permukaan Rp49.206.540, kemudian Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 10.719.029. Sedangkan yang kontribusi terhadap Pemda melelalui bagi hasil PAD adalah Rp2.873.487.199. Sehingga secara total itu kita ada kontribusi fiskal terhadap pemerintah daerah Rp2.933.412.768,” papar Edy.
Selanjutnya, dikatakan Edy, bahwasanya selain kepada pemerintah daerah, perusahaan juga memberikan kontribusi dalam bentuk penyetoran pajak retribusi atas sumber air yang dimanfaatkan, yang diberikan kepada desa-desa pemilik sumber dan juga ke pemerintah daerah dengan pembagian 60% untuk desa pemilik sumber dan 40% untuk pemerintah daerah. ”Total untuk tahun 2021 yang kita setorkan sejumlah Rp151.731.000,” tutupnya.
Penulis: Fauzi
