TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Operasional Bisnis Adaro Bertanggung Jawab dan Tumbuh-Berkembang Bersama Masyarakat

Albarsyah
4 March 2022 | 18:08
rubrik: Event
Operasional Bisnis Adaro Bertanggung Jawab dan Tumbuh-Berkembang Bersama Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – PT Adaro Energy Indonesia Tbk atau Adaro sebagai perusahaan yang bergerak di pertambangan ini telah berhasil mencapai produksinya 48,18 juta ton pada tahun 2021. 

Dan nilai penjualan konsolidasi pata tahun 2020 sebesar US$ 3.534,8 juta dan juga memberikan kontribusi pembayaran pajak dan juga royalti sebesar US$ 452,9 juta pada tahun 2020, serapan tenaga kerja langsung sebesar 9.064 orang. 

Serta pula memberikan konstribusi besar dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19, “Adaro berjuang untuk Indonesia” tahun 2020-2021 sebesar Rp 102,6 miliar. 

Serta pula kontribusi besar perusahaan tambang batubara dalam berinvestasi pengembangan sosial kemasyarakatan dalam program pendidikan, ekonomi, kesehatan, budaya dan lingkungan hidup tahun2021 sebesar Rp 51,18 miliar dengan tagline “Adaro Nyalakan Perubahan”.

Tentunya bagi perusahaan tambangn ini pun memiliki tanggun-jawab menjaga hábitat lingkungan dari setelah exploitasi tambang, dengan itu pula perusahaan tambang ini pun turut mengembangkan zona keanekaragaman hayati berstandar High Conservation Value (HCV) di Paringin, Kabupaten  Balangan, Kalimantan selatan. 

Dan juga turut mengembangkan Taman Wisata Alam Pulau Bakut, ekosistem mangrove hábitat satwa endemik dilindungi yaitu Bekantan (Nasalis Larvatus), sekaligus sebagai tempat wisata alam menarik yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar, ini bagian dari konsep “Mining Closur” yang sedang dilakukan perusahaan batubara ini.

Head Of CSR, Okty Damayanti menegaskan, dalam industri pertambangan ada beberapa rumusan “Sustainable Business” dan ada beberapa komponen seperti: Good Corporate Governace, plus Good Mining Practice (GMC), plus Good Corporate Sosial Responsibility (CSR), dengan komponen tersebut akan menjadi sebuah guidance yang baik dalam melakukan proses bisnis. Industri pertambangan ini sudah merupakan sebagai salah satu perusahaan yang merubah bentang alam, dan juga padat modal. Dan biasanya melakukan operasional dengan jangka waktu yang sangat panjang sekali, dimana sebuah perizinan pengelolaan WKP minimal selama 20 tahun,  untuk itulah industri harus memebrikan kontribusi yang sangat besar di lingkar operasional WKP.

BACA JUGA:   Pertamina EP Rantau Berikan Kebermanfaatan dan Kualitas Hidup Berkelanjutan

Ketika mulai melakukan exploitasi barang tambangnya, tentunya tanggung jawab sosial pun sudah harus dilaksanakan pula. Dan begitu pula jika perusahaan tambang tersebut akan mengalami penutupan tambang, perusahaan juga sudah harus memikirkan tanggung jawab sosialnya dalam pembangunan perekonomian dan juga lingkungan WKP tersebut.

“Harus bisa kembali diberdayakan setelah industry tambang tersebut hengkang dari wilayah WKP tersebut,” tegas Okty kepada Dewan Juri TOP CSR Awsrds 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business melalui daring.

Ada beberapa program unggulan yang digagas team CSR perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat di lingkar tambang seperti: Adaro Nyalakan Ilmu, Adaro Nyalakan Sejahtera, Adaro Nyalakan Raga, Adaro Nyalakan Budaya dan Adaro Nyalakan Lestari.

Dalam membangun perekonomian daerah, tentunya program bernas yang dilakukan perusahaan tambang ini dengan membangun program Adaro Santri sejahtera, dimana program ini turut membangun perekonomian lokal dengan langsung melibatkan pondok pesantren. Pondok pesantren ini membangun sektor pertanian organik, pembudidayaan madu kelulut, perikan darat, peternakan kambing .

Menurut Okty, pihaknya harus membina dan bermitra dengan pondok pesantrren, karena Kalimantan Selatan ini sangatlah besar potensinya. Sebanyak 70.000 santri se-Kalsel ini akan menjadi potensi besar dalam mensukseskan program kemitraan. 

Apalagi tingkat “religius dan kejujuran” untuk pondok pesantreen sudah tidak diragukjan lagi. “Kami juga sedang melakukan pembinaan pesantren ini agar bisa meningkatkan lebih baik produknya bisa langsung masuk ke pasar secara luas, dan kami sedang membangun untuk mempertemukan Bisnis to Bisnis (B to B),” tegas Okty.

“Saat ini keberdaaan Adaro untuk memebrikan suport modal kepada masyarakat hanya dikisaran 20% saja, pada awal-awalnya kami mengelontorkan investasi hingga sampai 80%. Jadi program kemitraan dan pembinaan di masyarakat cukup berjalan dengan baik, dan juga masyarakat sudah bisa mandiri tanpa harus dibantu terus oleh kami, Adaro, dan juga harapan kami dengan program penutupan tambnag yang kami lakukan juga akan menjadikan masyakat lingkar tambang ini akan tetap mandiri walaupun kami, Adaro sudah tidak beroperasi lagi di Kal Sel,” ujar Okty.

BACA JUGA:   Dari Ambon ke Dunia: Jurus PLN UIW Maluku dan Malut Sulap Kopi Tuni Jadi Harapan Baru Petani Maluku

Sumber Foto: adaro.com

Previous Post

Fuse Bangun Ekosistem Asuransi Digital

Next Post

Performa Bank BCA Makin Berkibar Karena Komitmen pada Keberlanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR