TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpeluang Terdongkrak

Agus Haryanto
8 March 2022 | 05:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia pada hari ini berpeluang terdongkrak.

Dalam daily research report oleh Samuel Research Team, via samuel.co.id, di Jakarta, terlihat judul  Didorong Harga Komoditas, IHSG Diperkirakan Menguat.

Bursa AS ditutup melemah pada Senin (7/3). DJIA turun 2,37% ke level 32.817 diikuti S&P500 (2,95%) dan Nasdaq (3,62%). Pasar diwarnai kekhawatiran investor akan potensi terjadinya ‘stagflasi’ (melambatnya pertumbuhan ekonomi disertai inflasi tinggi) sebagai dampak dari kenaikan harga komoditas akibat tensi geopolitik Rusia-Ukraina. 

Sejumlah pengamat sendiri memperkirakan bahwa data inflasi CPI AS periode Februari (yang akan dirilis Kamis (10/3) waktu setempat) akan menunjukkan kenaikan hingga 7,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Dari pasar komoditas, sejumlah harga komoditas mengalami kenaikan, diantaranya minyak Brent (4%), diikuti emas (1,3%), CPO (6,2%), dan batubara (6,7%).

EIDO ditutup turun 1,25%, sementara IHSG turun 0,86% pada Senin (07/3) ke level 6.869 dengan BBCA, BBRI dan TPIA sebagai top lagging movers. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar  Rp 262,8 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler adalah BBCA (Rp 503,7 miliar), BBRI (Rp 245,4 miliar), dan INDF (Rp 66,7 miliar) sementara net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ANTM (Rp 224.3 miliar), TLKM (Rp 167,3 miliar), dan ASII (Rp 88,1 miliar).

Sebanyak 21.380 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Indonesia kemarin (7/3) dengan  positivity rate sebesar 9,9% (recovery rate: 89,6%, kasus aktif: 448.273).

“Kami memperkirakan investor Indonesia juga akan memantau perkembangan situasi global serta rilis sejumlah data ekonomi. Meski demikian, penguatan harga komoditas global yang masih cukup dominan diperkirakan dapat menjadi faktor yang mendongkrak IHSG. Karenanya, kami memperkirakan IHSG dapat menguat hari ini,” demikian tertulis.

BACA JUGA:   Saham Pilihan Hari Ini: BBCA, BBRI, ADRO, dan Lainnya

Foto: Rendy MR

Previous Post

Dongkrak Kinerja Usaha, PDAM Tirta Samban Terus Lakukan Inovasi

Next Post

Indeks Bertambah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR