TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Menurun

Agus Haryanto
11 March 2022 | 05:02
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan pada hari ini berpotensi menurun.

Dalam daily research report oleh Samuel Research Team, via samuel.co.id, di Jakarta, terlihat judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.

Bursa saham AS semalam (10/3) ditutup melemah, Dow Jones 0,34%, diikuti S&P500 0,43%, dan Nasdaq 0,95%. Pasar tertekan oleh data inflasi CPI AS bulan Februari yang mencapai 7,9% yoy dan angka inflasi inti yang mencapai 6,4% yoy (keduanya merupakan angka tertinggi sejak 1982). Selain itu, kegagalan negosiasi gencatan senjata antara menteri luar negeri Rusia dan Ukraina juga turut menekan pasar. Data initial jobless claim pekan lalu tercatat sebesar 227 ribu, naik dibandingkan minggu sebelumnya (216 ribu).

Pasar komoditas bergerak mixed. Minyak WTI terpantau turun 2,5% ke level USD 106/bbl, begitu juga batubara (13,8% ke level USD 368/ton), sementara emas menguat 0,6% ke level USD 2.000/toz, dan CPO naik 0,6% ke MYR 7.624/ton.

Bursa Asia ditutup mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (10/3). NIkkei +3,94%, Kospi 2,21%, Hang Seng 1,27%, Shanghai 1,22%. IHSG ditutup menguat 0,87% ke level 6.924., dengan angka net buy asing mencapai Rp 184 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 285,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing sebesar Rp 101,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ANTM (Rp 207,3 miliar), ASII (Rp 126,8 miliar), dan INCO (Rp 116,8 miliar), sementara net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 145,9 miliar), PGAS (Rp 44,3 miliar), dan BUMI (Rp 40,2 miliar).

BACA JUGA:   Izin Pemanfaatan Hutan Milik INRU akan Dicabut, Ini Klarifikasi Manajemen

Terjadi penambahan 31.311 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin, dengan daily positivity rate sebesar 15,4%. Sementara itu, sebanyak 278 pasien meninggal (kasus aktif: 399.853).

Dari dalam negeri, penjualan ritel Indonesia tumbuh 15,2% yoy pada bulan Januari 2022, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (13,8% yoy). “Meski ada data ekonomi yang positif, kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan pergerakan pasar global dan regional yang melemah (pagi ini Nikkei dibuka turun 0,78% dan Kospi 0,54%),” demikian tertulis.

Previous Post

TJSL PT Jasa Marga Sukses Hijaukan Tol dan Tanggulangi Covid

Next Post

Gencar Berinovasi, BPR Jwalita Bantu UMKM Lokal Jadi Juara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR