Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini diperkirakan menguat.
Dalam laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan Index Dow Jones naik 1,82%, S&P 500 2,14%, dan Nasdaq 2,92%.
Pasar bergerak naik disebabkan oleh turunnya harga minyak dan investor yang menanti keputusan rapat The Fed terkait suku bunga acuan.
Pasar komoditas mayoritas bergerak negatif; harga minyak turun 6,7% ke level USD 95,5/bbl, diikuti batubara turun 9,6% ke level USD 303,35/ton, CPO 3,66% ke level MYR 6.128/ton dan emas 1,93% ke level USD 1.917/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed, index Shanghai ditutup turun 5%, Nikkei naik 0,2% dan Hang Seng turun 5,7%.
IHSG ditutup turun 0,49% ke level 6.918,2. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 2,73 triliun di pasar reguler, dan net buy sebesar Rp 400,7 miliar di pasar negosiasi.
Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 857,3 miliar), TLKM (Rp 622,4 miliar), dan BBCA (Rp 466,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh UNVR (Rp 26,1 miliar), BUMI (Rp 24 miliar), dan JPFA (Rp 23,6 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBCA, TLKM, sementara top lagging movers emiten ARTO, ASII, BEBS.
Terjadi penambahan 14.408 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 9,7% (recovery rate: 92,4%, kasus aktif: 299.443).
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Nikkei dan Kospi dibuka dengan naik 0,92% dan 0,95%.
“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini, mengikuti pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertera.
