Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) mempunyai program unggulan di masa pandemi Covid-19 dan era kenormalan baru, yaitu HK Lawan Covid-19.
Saat memberikan pemaparan materi presentasi berjudul SUSTAINABILITY OF CSR HK, Tumbuh Bersama Masyarakat Hubungkan Kebaikan, Dhea Tri Ramadhani selaku Officer TJSL, menyatakan bahwa pihaknya memiliki program unggulan CSR yang masih relevan pada saat ini.
“Untuk program unggulan di masa pandemi sendiri itu masih sama dengan tahun lalu. HK Lawan Covid-19,” kata Dhea, dihadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2022, yang berlangsung di Jakarta secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (18/03/2022).
Dijelaskan Dhea, HK Lawan Covid-19 merupakan salah satu program satu kesatuan dari kebijakan dan peran tanggung-jawab sosial perusahaan (CSR) dalam menangani dan mencegah penularan virus di lingkungan perusahaan, baik itu di kantor pusat, kegiatan operasional proyek, dan masyarakat yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat pandemi.
Selain itu, perseroan juga memiliki inisiatif CSR di masa pandemi Covid-19. Dia menyebutkan, kebijakan dan strategi CSR di masa pandemi Covid-19 dan juga new normal, itu ada optimalisasi pengawasan tim manajemen krisis Covid-19 HK terhadap protokol kesehatan, diikuti memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan dan kebutuhan pokok masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kemudian, penetapan protokol kesehatan dalam aktivitas kerja, kemudian memberikan stimulus dan keringanan pada UMK binaan adalah membayar angsuran pinjaman.
Dan juga ada program penggalangan dana baik itu dari direksi, maupun karyawan Hutama Karya untuk menyalurkan bantuan kesehatan, pangan dan lainnya.
Selanjutnya ada beasiswa untuk anak karyawan yang gugur dalam bertugas.
Dikatakan Dhea, menyinggung terkait dengan pandangan manajemen Hutama Karya terkait pembangunan dan bisnis yang berkelanjutan. Manajemen berkomitmen untuk menyelaraskan kinerja bisnis dengan memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan.
“Jadi selaku BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur, baik itu jasa konstruksi, jalan tol dan juga EPC sebagai bentuk tanggung-jawab atas aktivitas operasional yang dilakukan, Hutama Karya berkomitmen untuk menyelaraskan kinerja bisnis dengan menciptakan manfaat bagi pemangku kepentingan dan juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program kerja TJSL,” ungkap dia.
Perseroan juga dalam menerapkan tanggung-jawab sosial perusahaannya mengacu pada SDGs yang menitikberatkan pada beberapa aspek seperti sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Nah, peran dan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan sendiri. Itu kita menginterpretasikannya melalui sustainable development goals (SDGs) 2030. Dalam implementasinya di HK terdapat pencapaian terhadap beberapa SDGs prioritas, yaitu dari segi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Sosial ada di pilar SDGs 4, ekonomi SDGs 8 dan SDGs 9. Pilar lingkungan ada SDGs 6 dan juga 15,” papar Dhea.
Pilar SDGs 4 terkait dengan pendidikan berkualitas, diikuti SDGs 8 – Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDGs 6 – Air Bersih & Sanitasi Layak, dan SDGs 15 – Ekosistem Daratan.
