Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT Indonesia Power Grati POMU atau IP Grati menilai, penerapan program tanggung-jawab sosial perusahaan atau CSR lebih fokus dan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan bisnis.
“Sebenarnya CSR yang kita lakukan itu, lebih fokus dan memberikan harapan pada perusahaan untuk bisa berfungsi secara aman, secara lancar dan bisa membuktikan keandalan pada pembangkitan tenaga listrik,” kata General Manager IP Grati POMU, Yosefan Johan, dalam sesi pendalaman materi presentasi yang dituangkan dalam tema Pasopati (Program Sosial Ekonomi Dan Pemberdayaan Masyarakat Grati), yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Jumat (18/03/2022).
Dihadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2022, Yosefan menyatakan, prusahaan tak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan guna keberlanjutan bisnis. “Posisi kita berada di lingkungan masyarakat dan kita dituntut untuk memberikan keandalan kepada sistem, dimana bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan visi-misi kita,” kata dia.
Perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan energi terbaik yang tumbuh berkelanjutan. Sementara misi, menyediakan solusi energi yang andal, inovatif, ramah lingkungan dan melampaui harapan.
Dalam pandangan Yosefan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan CSR, sebab antara bisnis berkelanjutan dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tak bisa dipisahkan. “Dalam hal ini, hal utama yang kita jaga di-CSR adalah bagaimana supaya kita berbisnis di lingkungan masyarakat yang support bisnis kita,” ujar dia.
Dan hingga saat ini, perusahaan tetap mendapat dukungan dari masyarakat berkat program-program CSR. “Selama ini, Alhamdulillah hingga saat ini, dengan program-program yang telah kita lakukan dan kami bisa buktikan juga bahwa tidak ada konflik dengan masyarakat. Dan kami juga dapat support penuh dari masyarakat, sehingga apa-pun program yang kita terapkan ke masyarakat itu pun diterima dengan baik,” kata dia.
Yosefan berpendapat, penilaian positif masyarakat terhadap perusahaan harus dijaga dengan tetap memberikan keandalan sistem. “Apabila kita sudah dipandang negatif, maka akan susah bagi kita untuk menjelaskan ke masyarakat, apa-pun tindakan positif kita. Tapi sampai saat sekarang ini, kami bisa memberikan keandalan bagi sistem seperti terkait dengan line charging dan black start, itu salah satu tuntutanya bahwa IP Grati ini pada posisi di tengah, Jawa bagian timur dimana dia harus bisa memberikan sumbangan kelistrikan pada saat sistem pembangkit besar mati. Dan line charging itu ada fasilitasnya di kami,” kata dia.
Selanjutnya, Yosefan mengatakan bahwa perusahaan telah dilengkapi dengan automatic generating control atau AGC. “Anti black out defense adalah program yang ditetapkan ke Indonesia Power oleh PLN, dan kita sudah ada AGC, automatic generating control. Itu adalah fungsi yang mencegah terjadinya black out. Posisi kita di tengah di Jawa Bagian Timur, ini di ujung Jawa Timur. Itu posisinya sangat krusial. Maka PLN sangat berharap pada waktu IP Grati itu punya AGC dan kita sudah laksanakan. AGC sudah kita install,” ungkap dia.
