Jakarta, TopBusiness – PT BPRS atau Bank Jam Gadang, setelah melakukan “Hijrah” ke Syariah, paska-15 tahun institusi perbankan (BPR) ini melayani secara konvensional.
Institusi pembiayaan dan perbankan yang mayoritas sahamnya milik Pemerintahan Kota Bukit Tinggi ini akan menjadi lembaga perbankan yang mumpuni dalam mendongkrak perekonomian Kota Bukit Tinggi. Tentunya, dengan berubah layanan dari konvensional menjadi berbasiskan kepada “Syariah”. Ini memberikan peluang besar bagi perusahaan daerah di Ranah Minang ini menjadi insitusi perbankan yang menjadi kebanggaan bagi Kota Bukit Tinggi ke depannya.
Belum genap satu tahun dalam perubahan pelayanan ke Syariah ini, animo masyarakat Sumatera Barat yang lebih Agamis, maka keberadaan perbankan Syariah ini mendapat tempat di hati masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan pencarian dana dengan berbagai produk yang ditawarkan.
Ditegaskan Direktur Utama Bank Jam Gadang, Feri Irawan, animo masyarakat di kota Bukit Tinggi ini sangatlah antusias sekali dengan basis syariah ini, dan kami juga mendapatkan dukungan penuh dari pemegang saham Walikota Bukit Tinggi.
Kinerja kami setelah bertransformasi menjadi layanan Syariah ini mendongkrak peningkatan pelayan nasabah, dalam satu tahun saja telah antre 1.200 nasabah mikro dan juga layanan kepada Pegawai Negeri untuk mendapatkan pembisyaan ber basiskan Syariah.
Keberadan Bank Jam Gadang ini mendapatkan amanat yang sangat tinggi agar perekonomian Kota Bukit Tinggi meningkat setara dengan kota-kota lain di Indonesia ini.
Apalagi Kota Bukit Tinggi ini merupakan kota : industri berbagai kerajinan : bordir, songket yang sudah tersohor sejak dahulu. Dan juga sebagai kota wisata yang sudah termahsyur se antero Dunia. “Juga bukit tinggi pernah sebagai Ibu Kota Negara sementara Republik Indonesia Serikat (RIS),” jelas Feri.
“Tentunya dengan “Hijrahnya” ke Syariah ini, kami juga mendapatkan respon yang sangat besar bagi masyarakat Kota Bukit Tinggi ini untuk mendapatkan layanan Perbankan. Untuk itu kami juga terus memacu diri dalam peningkatan pelayanan kepada seluruh nasabah. Kami sedang membangun Digital Banking di Bank Jam Gadang ini. Dan juga kami terus juga memacu dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai ujung tombak dari keberhasilan dari perusahaan daerah ini dan juga akan meningkatkan penghasilan yang signifikan dan juga akan memberikan benefit yang besar kepada seluruh karyawan, pemegang saham dan juga masyarakat Bukit Tinggi,” ujar Feri kepada Dewan Juri TOP BUMD Awsrds 2022 melalui jaringan online, Jumat, 25/3/2022.
Kinerja Bank Jam Gadang apik. Pertumbuhan yang sangat positif di aset pada tahun 2020 Rp 42,018,029,554 dan tahun 2021 meningkat 20,56% menjadi Rp 50,656,653,730. Kucuran pembisyaan pada tahun 2020 sebesar Rp 30,752,418,933 dan tahun 2021 meningkat Rp 35,975,076,887.
Dana pihak ketiga tahun 2020 sebesar Rp 34,082,375,453 dan tahun 2021 meningkat Rp 42,095,371,297 dengan capaian laba sebelum pajak tahun 2020 sebesar Rp 819,129,499 dan lava tahun2021 sebasar Rp 954,999,895.
Saham Pemkot masih mayoritas. Sebelum masuk setoran modal Pemkot Bukit Tinggi sebesar Rp 3 miliar, saham hanya mencapai 85 persen lebih, dan tahun 2022 ini telah mencapai 90 persen lebih.
Sementara, target sampai 2025 penyertaan modal Pemkot Bukit Tinggi sebesar Rp 15 miliar.
Lanjut Feri, kami akan menjadi perusahaan daearah diperhitungan dalam percaturan perbankan, kami tidak ingin menjadi penonton di negeri sendiri. “BPR hanya satu-satunya sebagai pemain di industri perbankan, kami juga akan menjadi pendukung-pendukung perekonomian daerah, menekan para rentenir yang selalu mencekik masyarakat dan juga menekan gerak langkah “Pinjol” yang hampir sama dengan para rentenir”, ucap Feri.
