Jakarta, TopBusiness – Performa PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Lampung Barat (Perseroda) atau BPRS Lambar dari tahun ke tahun kian meningkat, salah satunya ditunjukkan dengan meraih skor penilaian atas penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang kian baik.
Tak hanya berdasarkan self assesment (penilaian sendiri), namun pelaksanaan penilaian GCG dilakukan pihak luar secara komprehensif dan terstruktur dengan mengintegrasikan semua aspek terkait tata kelola perusahaan.
Sesuai dengan visi-misi yang diusung, BPRS Lambar terus berupaya mengedepankan praktik bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik dan bertanggung jawab, sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini juga selaras dengan tujuan dibentuknya BPRS ini, antara lain menyediakan jasa dan produk perbankan bagi masyarakat golongan ekonomi lemah dan usaha kecil dan mikro (UKM) berdasarkan prinsip-prinsip syariah.
Berdiri 30 Desember 2014 berdasarkan Akta Notaris Rosmaladewi, SH No. 05 Tahun 2014 Izin Usaha berdasarkan SK Dewan Komisioner OJK No. Kep-47/D-03/2015 yang mulai beroperasional 15 September 2015, BPRS Lambar memiliki visi utama “Menjadi bank syariah yang sehat, professional, dan terdepan; dengan mendukung kemajuan perekonomian daerah- khususnya Kabupaten Lampung Barat”.
Terkait penerapan GCG, BPRS Lambar telah melaksanakan dan menjalankan Tata Kelola Perusahaan yang baik dan benar dengan berlandaskan sikap kehati-hatian serta manajemen yang sehat. Prinsip GCG, telah ditanamkan dalam budaya serta perilaku bisnis PT BPRS Lambar yang tercermin pada kewajaran dalam bertransaksi usaha, keterbukaan serta perilaku manajemen dalam menjalankan bisnis perbankan.
Demikian diungkapkan Direktur YMF Kepatuhan, PT BPRS Lambar, Pulung Wicaksono, S.E., Akt., M.S. Ak., C.P.A dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2024 secara daring yang diselenggarakan Majalah TopBusiness Jakarta, pada Kamis (07/3/2024) secara daring melalui aplikasi zoom meeting.
“Komitmen pelaksanaan tata kelola yang baik (GCG) telah dicanangkan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran manajemen Bank. Mulai jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah serta Seluruh Karyawan, yang diimplementasi dalam kegiatan sehari-hari sesuai prinsip syariah. Praktik-praktik penerapan prinsip GCG dan nilai-nilai yang dianut yakni Berakhlak Baik, Disiplin, Service Excellent, Loyalitas, Transparancy, Accountable. Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk pengelolaan yang baik terhadap aktivitas kerja, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan Komitmen Pakta Integritas serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya di depan tim juri penilai.
Skor Penilaian BPKP
Dikatakan, skor berdasarkan penilaian terhadap pelaksanaan GCG BPRS Lampung Barat dilakukan oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Lampung pada tanggal 31 Desember 2023, hasilnya sebesar 48,46% dengan kategori “Baik”. BPRS juga telah menerapkan mitigasi risiko Anti Fraud di lingkungan kerja BPRS dengan menerapkan Three Lines Of Defenses untuk pencegahan terjadinya praktik tindak korupsi.
Pendekatan “Three Lines of Defence” atau Pertahanan Tiga Lapis diadopsi dengan membangun kapabilitas manajemen risiko di seluruh jajaran dan proses bisnis organisasi yang sering dikenal sebagai Enterprise Risk Management (ERM).
Pendekatan ini membedakan antara fungsi-fungsi bisnis sebagai fungsi-fungsi pemilik risiko (risk owner) terhadap fungsi-fungsi yang menangani risiko (managing risks), dan antara fungsi-fungsi yang mengawasi risiko (overseeing risks) dengan fungsi-fungsi yang menyediakan pemastian independen (independent assurance).
Secara umum, aktivitas usahaPT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Lampung Barat Perseroda, yakni menghimpun dana dan menyalurkan dana sesuai prinsip syariah. Penghimpunan Danamasyarakat dilakukan dalam bentuk Simpanan atau Tabungan Syariah, dan penghimpunan dalam bentuk Deposito Syariah Berjangka. Sedangkan Penyaluran Danadalam bentuk Pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Aparatur Sipil Negara, dan Infrastruktur Pemerintah, dalam bentuk Modal Kerja dan Kebutuhan Konsumtif sesuai dengan prinsip syariah.
Penerapan GCG yang baik juga mampu meningkatkan kepercayaan serta nilai perusahaan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Secara umum, hal ini juga berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat pada akhir Desember 2023 BPRS Lambar membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 miliar dengan total pembiayaan lebih dari Rp 47,5 miliar dan pertumbuhan asset yang kini mencapai Rp 62,5. BPRS Lambar juga tetap mampu menyumbang sertoran bagi pendapatan asli daerah (PAD).
“Kontribusi Pendapatan Asli Daerahsejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2023 atau selama delapan tahun totalnya sebesar Rp 7,2 miliar dari modal disetor sebesar Rp8 miliar,” ujarnya.
Sehingga PT. BPRS Lampung Barat Perseroda kembali dan semakin dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mengelola program/ proyek-proyek strategis berbasis sosial maupun bisnis, karena bisa terus memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Saat ini BPRS Lambar dipercaya sebagai pelaksana penyaluran program khusus dari Pemkab kepada masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan program prioritas Kepala Daerah. Seperti PM Berhaji (Paket Murah Berhaji) dan BBM (Bersama Bupati Menabung),” ujarnya.
Program Paket Murah Berhaji mendapat respons besar masyarakat karena terbilang menjadi Pembiayaan Porsi Haji termurah se Indonesia. Paket Pembiayaan Porsi Haji dan Tabungan Pelunasan Haji, dengan margin setara 10% p.a. dengan mendapatkan fasilitas tabungan pelunasan haji di akhir pelunasan.
“Sebagai Bank Penyalur Porsi Haji (Paket Murah Berhaji)Sejak di luncurkan Paket Murah Berhaji pada tanggal 15 September 2023 oleh Bapak Bupati kepada masyarakat Khususnya Kabupaten Lampung Barat, telah tersalur pembiayaan porsi haji sebesar Rp6,7 miliar kepada 267 nasbah. Dan terhimpun dana murah dari tabungan pelunasan haji sebesar Rp837 juta,” ujarnya.
BPRS Lambar juga dipercaya sebagai bank penyalur pembiayaan UMKM setara KUR (Pembiayaan 24 Karat). Dalam kaitan ini, pada tahun 2023 akhir, BPRS Lampung Barat memberikan kemudahan kepada pelaku usaha secara kelompok maupun individu dengan memberikan pembiayaan setara KUR sebesar 7% p.a selama 24 bulan serta mendapatkan simpanan di akhir pelunasan sebesar Rp 15.6 juta perkelompok.
Selain itu juga menjadi bank pelaksana transaksi non-tunai bekerja sama dengan bank umum swasta, dengan menggunakan vasilitas API, virtual account, mobile banking dan WhatsApp notification. Dengan berbasis teknologi digital sehingga selama 24 jam dapat melakukan transaksi non tunai secara real time.
BPRS Lambar juga menjadi bagian dari Bank Literasi Edukasi. Melalui program Bersama Bupati Menabung sejak tahun 2018 kepada Siswa Pelajar di wilayah Kabupaten Lampung Barat dan Wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Saat ini sudah lebih dari 3.500 pelajar dengan jumlah simpanan pelajar lebih dari Rp 6 miliar.
Direktur Utama PT BPRS Lambar Mahrom menuturkan capaian positif dari BPRS Lambar ini tak lepas dari dukungan stakeholders, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat.
“Alhamdulilah, hasil capaian kinerja BPRS Lampung Barat (Perseroda) di tahun takwim 2023 yang secara keseluruhan mencapai hasil kinerja yang cukup menggembirakan. Dalam memasuki tahun ke delapan ini, pihak manajemen bertekad untuk tetap memaksimalkan potensi daerah dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan milik daerah dengan membangun kinerja bisnis dan layanan BUMD yang berkelanjutan,” ujar sang Dirut dalam penyataan tertulis dalam sesi penjurian ini yang dibacakan oleh Pulung Wicaksno.
Dengan kinerja yang kian mentereng, tahun ini BPRS Lambar kembali masuk nominasi 250 BUMD terbaik dari lebih 1000 BUMD yang ada di Indonesia.
Editor: Busthomi
