TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Asa Membangun Bongas Kulon Bersama KBA

Nurdian Akhmad
25 March 2022 | 20:53
rubrik: Business Info
Asa Membangun Bongas Kulon Bersama KBA

Bongas Kulon, sebuah desa di Kabupaten Majalengka yang dilewati jalan tol Cikopo-Palimanan atau Cipali.  Ada mimpi besar yang menyeruak dari masyarakat desa ini bahwa suatu saat Bongas Kulon akan menjadi destinasi wisata bagi para pelancong yang melewati Tol Cipali. 

Mimpi besar itu tampaknya bukan hal yang mustahil terwujud karena keberadaan Kampung Berseri Astra (KBA) di desa tersebut. Diresmikan pada 2 November 2021 lalu, KBA Bongas Kulon menjadi pilot project KBA yang dikembangkan oleh PT Lintas Marga Sedaya  atau Astra Tol Cipali.

Tasdik, Sekretaris Desa Bongas Kulon yang juga dipercaya menjadi Ketua KBA Bongas Kulon mengungkapkan soal mimpi besar tersebut serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat di KBA ini.

Kepada TopBusiness, Tasdik menjelaskan ada empat pilar yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di KBA Bongas Kulon. Yaitu, pilar lingkungan, pilar kesehatan, pilar pendidikan, serta pilar UMKM.

Pertama adalah  pilar lingkungan dengan kegiatan yang dilakukan selepas peresmian pada November lalu adalah sosialisasi Ayo Aman Berlalu Lintas.

“Kita sudah melakukan branding  melalui pemasangan poster di pinggir jalan untuk mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jalan untuk aman dalam berlalu lintas,” kata Tasdik.

Termasuk juga dalam pilar lingkungan adalah kegiatan pembersihan lingkungan yang ada di kawasan KBA. “Setiap hari Minggu kita rutin melakukan kerja bakti,” ucap dia.

Tak hanya itu, masyarakat di kawasan KBA Bongas Kulon mengembangkan tanam hidroponik.  Alasannya, masyarakat di desa itu yang sebagian besar petani saat ini sedikit sekali yang memiliki tanah untuk bercocok tanam.

“Diharapkan dengan hidroponik ini muncul dalam kegiatan masyarakat, ada tanaman hidroponik di depan rumah. Minimal lingkungannya jadi asri,” ujar Tasdik.

Tak hanya membuat lingkungan asri, pertanian hidroponik di KBA Bongas Kulon sudah memberikan penghasilan buat masyarakat desa ini. Hasil panen sayuran hidroponik seperti kangkung, pakcoy, dan selada sudah menembus pasar modern Superindo di Cirebon.

“Hitungan kami,  untuk panen kangkung bisa menghasilkan 60-70 Kg dengan jangka waktu 18-20 hari. Untuk pakcoy bisa panen sekitar 50 Kg dalam waktu sekitar 30 hari tanam,” kata Tasdik  yang mengaku petani di KBA juga sedang mengembangkan tanaman cabe di polybag.

Efek keberhasilan pertanian hidroponik ini pun menular ke masyarakat Desa Bongas Kulon.  Ada masyarakat yang juga tertarik mengembangkan pertanian hidroponik dengan biaya sendiri alias swadaya.  “Ini efek dari KBA, karena KBA ini baru ada di dua dusun. Di Bongas Kulon ini ada 4 dusun, ke depan kita berharap ada pengembangan KBA di dua dusun lainnya,” kata Tasdik.

BACA JUGA:   Keren! Astra Tol Cipali Raih TOP CSR Awards 2023 Bintang 4
Pertanian hidroponik KBA Bongas Kulon. (Foto: Astra Tol Cipali)

Sukses dengan tanaman hidroponik, masyarakat di KBA Bongas Kulon saat ini juga sedang merintis pembuatan bank sampah. Upaya tersebut sudah dimulai dengan pengolahan sampah organik menggunakan magot. Magot ini menghasilkan pupuk organik yang selanjutnya bisa dijual, sehingga menambah pendapatan masyarakat.

“Untuk sampah anorganik, kita sedang melakukan riset dan percobaan agar sampah tersebut bisa dipakai untuk paving block. Ini sedang kita riset, karena kami masih kesulitan pengolahan limbah-limbah seperti popok,” tuturnya.

Tasdik berharap, dalam satu tahun ke depan, KBA Bongas Kulon sudah nol sampah.

Kemudian di pilar pendidikan, kata dia, pihaknya mendorong sekolah PAUD (pendidikan anak usia dini) yang ada di Desa Bongas Kulon untuk bisa menularkan kesadaran tentang keamanan berlalu lintas ke orang tua mereka.

“Kita memberikan pendidikan tentang pengenalan rambu-rambu lalu lintas kepada anak-anak PAUD. Kita juga mendatangkan pendongeng agar si anak ini bisa ikut mengingatkan ke orang tuanya tentang keamanan berlalu lintas, atau nanti ketika dewasa, memiliki kendaraan atau tidak memiliki kendaraan, dia tahu rambu-rambu yang ada di jalan tol maupun yang ada di jalan raya,” tutur dia.

Ada satu alasan kenapa KBA Bongas Kulon begitu concern dengan kampanye keamanan berlalu lintas ini. Sebagai desa yang berimpitan dengan jalan tol dengan masyarakat sebagian besar petani, ada sebagian masyarakatnya yang kerap menyeberang lewat exit tol Sumber Jaya untuk mengangkut hasil panen.

“Ini berbahaya untuk keselamatan petani dan pengguna jalan tol kalau mereka masih mengakses pintu tol,” kata dia.

Untuk itu, pihak Desa Bongas Kulon kemudian bertemu pihak Astra Tol Cipali. Lalu, pihak Astra memberikan solusi dan motivasi agar Bongas Kulon diusulkan menjadi KBA. “Pihak Astra juga memfasilitasi masyarakat yang panen dengan kendaraan untuk mengangkut hasil panen petani,” ujar Tasdik.
 Selanjutnya di pilar kesehatan, kegiatannya adalah Pos Yandu yang rutin dilakukan  setiap bulan. Di situ ada ada penimbangan  balita, pemberian vitamin khusus untuk balita dan Ibu hamil.

“Ini sejalan dengan program Presiden, bahwa Indonesia nanti bisa bebas stunting. Ini berawal dari ibu-ibu hamil ini bisa menjaga kualitas dari bayinya  atau asupan makanan ke bayinya agar nanti tidak menjadi stunting,” tutur Tasdik.

BACA JUGA:   Berdayakan Masyarakat Sekitar Tol Cipali, Ini Program Unggulan CSR Lintas Marga Sedaya

Kemudian di pilar UMKM, KBA Bongas Kulon memiliki sekitar 16 produk hasil UMKM. Produknya antara lain rempeyek, emping jagung, opak ketan, simping dengan empat jenis rasa, jamu juga dengan varian rasa, serta kue-kue olahan ibu-ibu di Bongas Kulon. “Produk-produk kita sudah tersebar hampir menyeluruh di daerah Jawa Barat,” ucap dia.

Jamu Produk UMKM KBA Bongas Kulon (foto: Astra Tol Cipali)

Menjelang puasa dan lebaran ini, kata Tasdik, UMKM di KBA Bongas Kulon sedang menggenjot produksi sehingga produk KBA ini lebih banyak dikenal lagi, minimal di Jawa Barat. “Kami sudah punya merek sendiri, tapi itu merek masing-masing UMKM. Tidak spesifik merek KBA Bongas Kulon,” ujarnya.

Kontribusi Astra Tol Cipali

Lantas sejauh mana kontribusi Astra Tol Cipali di KBA Bongas Kulon? Tasdik menjelaskan, bantuan Astra Tol Cipali antara lain berupa pembangunan batas desa atau gapura yang menandakan bahwa di Bongas Kulon ini terdapat KBA. Gapura tersebut juga dihiasi oleh vertikal garden sehingga lebih menarik.

“Di Bidang kesehatan, Astra juga sudah memberikan alat-alat kesehatan, kemudian vitamin dan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” tutur dia

Di bidang lingkungan, Astra memberikan bantuan untuk pengecatan rumah warga agar terlihat lebih menarik, sekaligus juga mengenalkan kampanye Ayo Aman Berlalu Lintas. Kemudian ada bantuan sarana dan prasarana untuk hidroponik.

“Astra Tol Cipali juga memberikan bantuan kendaraan operasional untuk bank sampah,” ujarnya.

Di bidang UMKM, menurut Tasdik, Astra memberikan penyuluhan kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan hasil produksi dan kualitas produksi UMKM. Astra juga memfasilitasi UMKM Bongas Kulon ini untuk dijual di rest area Tol Cipali ini. Selain itu, produk-produk UMKM Bonga Kulon dipamerkan di acara-acara resmi Astra Tol Cipali.

“Untuk UMKM, jelas dampaknya sangat terasa. Omset UMKM Bongas Kulon naik karena dibantu pemasarannya oleh pihak Astra Tol Cipali. Apalagi mereka juga memberikan pelatihan pemasaran online. Jadi walupun ekonomi masyarakat agak lesu karena pandemi, penjualan UMKM kita bisa terus berjalan, malah penjualannya lebih bagus ketimbang yang jualan di pinggir jalan,” tutur Tasdik.

Kemudian di bidang Lingkungan, kata dia, kesadaran masyarakat Bongas Kulon untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan indah sudah mulai tergugah.

BACA JUGA:   Inovasi CSR Astra Tol Cipali Berbuah Dua Penghargaan TOP CSR Awards 2022

Pada tahun pertama KBA Bongas Kulon ini, menurut Tasdik, bantuan yang diberikan Astra Tol Cipali sesuai anggaran yang diajukan hampir mencapai Rp 200 juta. “Dana tersebut untuk empat pilar dengan berbagai macam kegiatan,” kata dia.

Keberadaan KBA  ini juga didukung sekali oleh Pemerintahan Desa Bongas Kulon.  Apalagi, pandemi covid-19 ini membuat pemerintah desa tidak bisa full mengalokasikan dana desa untuk kegiatan pembangunan fisik. Sebab, dana desa selama pandemi ini banyak disalurkan untuk penanganan covid.

“Dengan adanya Astra ini, kepala desa merasa terbantu sekali. Empat pilar kegiatan di KBA ini sesuai dengan program pemerintah desa,” ucap Tasdik.

Meski demikian, kata dia, selama lima bulan KBA Bongas Kulon ini berjalan, ada sejumlah evaluasi yang perlu peningkatan lagi ke depan. Pertama adalah kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan KBA perlu ditingkatkan lagi.  “Masyarakat diharapkan ikut terlibat dalam semua program-program yang kami lakukan,” katanya.

Selain itu, Tasdik juga berharap pihak Astra Tol Cipali bisa terus mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan di KBA Bongas Kulon. “Kami bersama Astra mempunyai mimpi bahwa Bongas Kulon akan dijadikan destinasi desa wisata, ketika pengguna jalan tol mengalami kemacetan,” ujar Tasdik.

Secara terpisah, Theresia Dyah, Head of Corporate Communication & CSR PT Lintas Marga Sedaya  mengatakan bahwa  KBA Bongas Kulon ini menjadi salah satu program CSR unggulan perusahaan.

Astra Tol Cipali baru mengembangkan satu pilot project KBA di sekitar tol Cipali yang melintasi lima kabupaten (Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon). Tapi, manajemen tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan KBA di kabupaten lain sepanjang Tol Cipali.

“Kami ingin berkontribusi positif, kami ambil Kabupaten Majalengka sebagai pilot poject  KBA. Tetapi kami juga memberikan perhatian ke kabupaten lain dengan donasi dan kegiatan CSR lain,” ujar Theresia yang akrab disapa Rere ini dalam sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2022, awal Maret lalu.

Meskipun baru lima bulan dikembangkan, keberadaan KBA diakui sudah memberikan banyak kontribusi positif untuk pemerintah dan masyarakat di Desa Bongas Kulon. Keberhasilan itu diharapkan bisa berkelanjutan sehingga keberadaan KBA akan menyebar di wilayah lain sepanjang jalan tol Cipali. (Nurdian Akhmad)

Tags: Astra Tol CipaliKampung Berseri AstraKampung Berseri Astra Bongas KulonPT Lintas Marga Sedaya
Previous Post

Gelar RUPST, Pemegang Saham SMBR Sepakat Rombak Susunan Pengurus

Next Post

Kinerja Membanggakan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Kantongi Akreditasi Paripurna

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR