Jakarta, TopBusiness – Kinerja RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen atau RSSP tak hanya positif dalam hal keuangan, namun begitu dari sisi pelayanan pun sangat membanggakan. Badan Layanan Umum (BLU) milik Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini sudah banyak mendulang penilaian dengan kualitas pelayanan yang paripurna.
Demikian seperti disebutkan oleh Wakil Direktur Pelayanan Mutu RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Joko Haryono, MKes saat mengikuti proses penurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness, pada Jumat (18/3/2022), secara virtual.
Dalam sesi penjurian itu, dr. Joko didampingi oleh timnya yakni, dr. Agus Sudarmanto, Wakil Direktur Umum dan Keuangan; Dwi Maryani S.Sos, M.Si, Kabag Keuangan; dr. Dwi Budi Wahyono SpKFR, Kepala Bagian RM & Perencanaan; dr. Agus Trijono, M.Kes, Kabid Pelayanan; dan Herwah Yuning, SST, Subkoordinator Pelayanan dan Asuhan Keperawatan.
Dipaparkan dr. Joko dalam presentasi yang berjudul “Manajemen Mutu Pelayanan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro di Masa New Normal”, dari aspek pelayanan, menurut akreditasi dari lembaga Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KRAS), kinerja service dari RSUD satu ini, dinilai LULUS dengan predikat PARIPURNA.
“Ini jelas capaian yang membahagiakan. Karena RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen ini mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna,” katanya, bangga. “Ditambah lagi, kinerja dari sisi keuangan berdasar audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk 2019 dan 2020. Juga hasil Opini Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Untuk Badan Layanan Umum di Indonesia,” lanjutnya.
Kinerja apik itu memang sesuai dengan fungsi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro itu sendiri, yakni, pertama, penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit; kedua, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.
Ketiga, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan; dan keempat, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan.
Kiprah positif tersebut memang tak lepas dari Visi-Misi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Dengan Visi: Menjadi Pilihan Utama Masyarakat dalam Pelayanan dan Pendidikan Kesehatan.
Dan Misi: Pertama, Menyelenggarakan pelayanan yang bermutu dan mengutamakan keselamatan pelanggan; Kedua, Menerapkan pelayanan kesehatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, didukung sumber daya manusia yang profesional serta ramah lingkungan.
Ketiga, Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian yang berkualitas, didukung sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai; dan Keempat, Meningkatkan kemitraan dengan institusi pendidikan dan pihak terkait.
dr. Joko kembali melanjutkan penuturannya soal pelayanan. Kata dia, untuk predikat Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan (LKiIP) terhadap RSSP meraih nilai 72,06% atau BAIK. Selanjutnya, untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terdiri dari 25 unit kerja dan 89 judul indikator (sesuai Permenkes No 129 th 2008) semuanya terlaporkan atau 100% di tahun 2020 lalu.
“Juga untuk Survey Kepuasan Pelanggan hasilnya di 80,20 atau BAIK. Ini berdasar acuan dari PermenPAN RB Nomor 14 tahun 2017. Dan tentu saja dari aspek keuangan, berkinerja bagus dengan hasil WTP dari BPK tadi,” tutur dia.
Lebih jauh, dr. Joko menuturkan soal kinerja keuangan. Dari aspek pendapatan, kinerja keuangan RSSP ini terus bertumbuh positif. Dan untuk tahun 2021 lalu, kian meningkat tajam. Tercatat, dari tahun 2016 lalu dengan pendapatan Rp113.248.166.169 atau Rp113,24 miliar untuk realisasi belanjanya sebesar Rp114.034.274.129, sehingga saat itu, RSSP masih defisit sebesar Rp786.107.960.
Namun kemudian, kinerjanya terus membaik. Dan di akhir tahun 2021 lalu, mereka sukses mengantongi pendapatan sebanyak Rp236,5 miliar atau tepatnya Rp236.568.039.752, dengan realisasi belanjanya hanya Rp167.744.825.692. Sehingga mencatatkan surplus sebanyak Rp68.823.214.060 atau Rp68,82 miliar.
“Dengan kinerja keuangan yang seperti itu, maka kami berhasil melakukan efisiensi belanja mencapai 29,09% dengan realisasi pendapatan mencapai 147,86%,” tuturnya.
Genjot Pelayanan Lewat IT
Dalam rangka untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik itu, RSSP juga terus memacu kualiats SDM dan layanan lewat infrastruktur teknologi informasi (IT). Untuk SDM sendiri, RSUD ini memiliki 737 orang yang terdiri dari 35 dokter spesialis, 22 dokter umum, 327 perawat, 165 tenaga medis lainnya, dan 182 tenaga non medis.
Juga ditopang oleh banyak layanan. Selain layanan utama, ada juga layanan lainnya, seperti layanan klinik nyeri, klinik estetik, dan klinik tumbuh kembang. Kemudian layanan MRI dan Cathlab, kemoterapi, unit stroke, hemodialisa ( rencana tahun 2023), layanan bedah saraf, serta penambahan kamar operasi dan ranap klas 3.
Adapun terkait dengan layanan IT tersebut, pihaknya sudah mengembangkan beberapa produk IT baik infrastruktur maupun aplikasnya. Seperti dalam hal pihak rumah sakit yang memiliki Hospital By Laws untuk mengatur organisasi kepemilikan, direktur, struktural, komite dan staf klinis, maka RSSP ini mengembangkan beberapa aplikasi IT.
“Berupa, Host to Host, ini metode pembayaran online melalui Bank Jateng, SIMDA Keuangan (Aplikasi Akuntansi Keuangan), Billing system Pelayanan Pasien. Lalu ada juga Dashboard Eksekutif, ini dashboard pelayanan dan keuangan kepada Direksi dan Bupati,” dia menjelaskan.
Selanjutnya, kata dia, terkait dengan survei Tata Kelola Rumah Sakit dari SNAR -KARS yang saat ini memiliki nilai 83, pihaknya telah mengembangkan E-MR dan SIM RS. Ini adalah Sistem Informasi Komite Koordinasi Pendidikan RS, serta dikembangkan Semedi On-Line.
“Dan dalam menerapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan Tata Kelola Klinis Yang Baik sesuai Peraturan yang ada, kami sudah mengembangkan STAR SPM RS yakni Sistem Aplikasi Pelaporan SPM RS. Juga dikembangkan SIM MUTU, berupa Sistem Aplikasi Capaian Mutu Pelayanan,” terang dr. Joko.
Kini, dengan capaian-capaian tersebut ditambah dengan kondisi Covid-19 yang mulai menurun, maka pihaknya mengakui bahwa kunjungan rawat jalan mulai meningkat. Untuk 5 besar kenaikan itu berada di rawat jalan klinik anak, jantung, onkologi, urologi, dan hemodialisa.
“Maka dari itu, kami sudah mengembangkan layanan rawat jalan untuk lima besar kenaikan kunjungan tersebut. Seperti untuk klinik anak kami kembangkan klinik tumbuh kembang terintegrasi layanan SP.A, Sp.KFR, Sp.THT, Sp.PK., dan Psikologi, serta pengembangan lainnya,” terangnya.
Kontribusi RSSP
Dengan sederet kinerja positif tersebut, kata dr. Joko, pihaknya sudah banyak berkontribusi kepada Pemerintah Daerah Sragen dan pembangunan daerah tersebut. Beberapa yang sudah dikontribusikan anara lain, telah memberikan upaya kesehatan perorangan lanjutan di daerah itu, juga menjadi RS rujukan pelayanan Covid di Kab Sragen dan sekitarnya.
Selanjutnya, RSSP ini telah memberikan pelayanan pendidikan di bidang kesehatan, lalu mendukung KLA (Kabupaten Layak Anak) sebagai RS sayang ibu dan anak, dan tentu saja dengan kinerja keuangannya yang positif itu telah mendukung kemandirian keuangan daerah.
“Terkait dengan peran RS sebagai rujukan pelayanan Covid, kami sudah memiliki Infrastruktur, SDM dan sarpras (sarana prasarana) sesuai ketentuan menjadi rujukan RS sekitar, serta untuk pelayanan penunjang juga menjadi rujukan di Sragen dan Sekitarnya,” pungkas dia, bangga.
FOTO: TopBusiness
