Jakarta, TopBusiness – Ajang penghargaan TOP BUMD 2023 akan kembali digelar, salah satu kandidat yang masuk dalam nominasi untuk meraih penghargaan tersebut yakni PT BPR Subang Gemi Nastiti (Perseroda). Proses wawancara penjurian dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting pada Selasa (9/2/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Anton Abdul Rosyid selaku Direktur Utama PT BPR Subang Gemi Nastiti mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Subang tengah bertransformasi dari daerah agraris menjadi industri. Inilah peluang besar untuk BPR Subang mengembangkan bisnisnya sebagai penyedia jasa keuangan bagi masyrakarat.
“Kabupaten Subang itu sekarang mau beralih dari agraris menjadi industri. Kita juga ‘bermain’ di pegawai pabrik, yang sekarang ini di Subang itu lagi banyak Pak. Sekarang banyak pabrik di subang, peluang pasar kita manfaatkan, jadi masuk ke sektor konsumtif,” ungkapnya.
Sebelumnya, masih menurut Anton, BPR Subang telah sukses menjadi penyedia jasa keuangan bagi para ASN (aparatur sipil negara). “Pada tahun-tahun sebelumnya antara sektor produktif dan konsumtif tidak jauh berbeda. Karena memang kita melihat ini ada peluang yang lebih besar dan lebih bagus dan yang lebih aman, kita ambil peluang itu di ASN,” lanjutnya.
“Mereka (ASN) pinjem di kita itu tidak sedikit, seratus, dua ratus (juta). Nah sektor produktif itu kita masih tetap jalan seiring dengan perkembangna industri,” tambah Anton.
Kejelian menangkap peluang tersebut menjadikan BPR Subang menjadi salah satu bank daerah yang produktif dan berkinerja positif. Hal tersebut nampak dalam catatan kinerja keuangan yang diterima redaksi seperti di antaranya, Total Aset tahun 2021 sebesar Rp. 759 juta menjadi Rp. 868 juta atau tumbuh 114,35 %. Deposito dari Rp. 216 juta menjadi Rp. 229 juta atau naik 105,77 %. Kredit tahun 2021 sebesar Rp. 668 juta naik menjadi Rp. 731 juta atau terealisasi 109,43 %. Laba dari Rp. 22,3 juta menjadi Rp. 22,8 juta atau terealisasi sebesar 102,21 %.
Dalam presentasinya berjudul Inovasi Dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD, Anton Abdul Rosyid juga memaparkan bahwa Kabupaten Subang tengah membangun dan mengembangkan sektor pariwisata. Oleh sebab itu, peluang ini menjadi kesempatan yang strategis untuk pertumbuhan nasabah dan kinerja perbankan. “Sekarang pariwisata lagi digenjot, Pemkab Subang sekarang ingin bahwa Pemda Subang menjadi Kota Wisata. Itu sudah tersebar sampai daerah selatan, itu (disana) banyak obyek wisata baru, disitu munculah warung-warung, ruamah makan untuk mendukung sektor itu,” paparnya.
“Disitu kami dekati dan kami manfaatkan misalnya makan bawa keluarga jangan ke tempat lain tapi di nasabah kami dan itu kami promisikan lewat media sosial supaya mereka tetap tumbuh, mereka juga nasabah kami, findingnya kami tarik juga sehingga meraka bisa terus berinteraksi dengan kami,” lanjutnya.
Sebagi bank daerah, BPR Subang Gemi Nastiti terus berupaya hadir untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di segala sektor, khususnya pelaku industry mikro agar tetap tumbuh dan berkembang. “Nah untuk sektor-sektor yang sekarang lagi ditingkatkan adalah, subang itu selain produsen nanas mentahan, Subang juga produsen nanas olahan Pak. Nah beberapa nasabah kami adalah produsen nanas olehan seperti dodol nanas, wajik nanas dan keripik nanas,” ujar Antor.
“Banyak nasbah kami dan setiap kami kunjungan kerja selalu bawa oleh-oleh itu untuk yang dikunjungi. Artinya kami juga membantu supaya mereka tetap hidup, berkembang dan ikut membantu Pemda untuk meningkatkan kemakmuran masyarakatnya,” tegasnya.
Dari catatan redaksi, BPR Subang Gemi telah banyak melakukan trasnformasi dan inovasi dalam meningkatkan kinerja bisnis perusahaan sehingga memperoleh kinerja pembukuan yang positif. Untuk kinerja penjualan misalnya, Target Pendapatan Rp. 136 juta pada tahun 2022 dan terealisasinya Rp. 140 juta atau tumbuh 5,68%. Jumlah Pelanggan Rp. 96 juta meningkat menjadi Rp. 108 atau tumbuh 13,08%.
Sebagai informasi, TOP BUMD Awards ini merupakan ajang corporate rating untuk pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD terbaik, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Abdullah Suntani
