Jakarta, TopBusiness – PT Ronggolawe Sukses Mandiri (Perseroda), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengaku cukup terpukul di masa pandemic Covid-19 ini. Namun begitu, mereka tidak menyerah. Justru, pihaknya terus mengusung banyak strategi dan inovasi untuk tetap bisa survive di masa sulit ini. Sehingga tetap dapat menjaga kinerja positif selama ini.
Salah satu yang dilakukannya adalah dengan strategi resegmentasi pasar (market resegmentation). Sehingga banyak usaha-usaha baru yang diusungnya dalam setahun ini di tengah pasar yang memang tersedia di depan mata. Di antaranya, di segmen kepelabuhan, pihaknya menawarkan jasa ‘supply fresh water to vessel’ yakni memasok air segar ke kapal yang tak merapat ke dermaga. Juga ditempuhnya di segmen komersial.
Demikian seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT Ronggolawe Sukses Mandiri (Perseroda), Amin Jaya saat mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness, pada Jumat (25/3/2022) yang diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom.
“Memang, perusahaan sendiri telah mengantisipasi potensi puncak pandemic 2021 lalu itu. Namun tetap di luar prediksi perusahaan, seperti halnya dengan pembatasan PPKM,” katanya mengomentari kondisi perusahaan yang terdampak pandemi saat itu.
“Untuk itu, perusahaan melakukan resegmentasi market, perusahaan pun mengubah haluan dengan mengoptimalkan pendekatan secara online person to person, dan mengoptimalkan bisnis berbasis teknologi melalui SIPlah,” dia menerangkan.
Sejauh ini, PT RSM sendiri memiliki tiga kegiatan usaha yang utama, pertama, PBM (Pekerjaan Bongkar Muat) yakni pekerjaan berupa bongkar muat & supplai air bersih kapal. Kedua, unit usaha produksi industri berupa jasa pekerjaan industri di pabrik, usaha angkutan lingkungan & wisata, digital printing & industri kreatif. Dan ketiga, unit usaha commercial berupa jasa pengadaan barang & pemasok alat industri.
“Dari tiga kegiatan usaha itu, maka jika dilihat dari produk dan bisnis perusahaan di 2022 ini ada tiga yakni kepelabuhan, komersial, dan produk industri,” tuturnya.
Lebih jauh, Amin Jaya menuturkan starategi resegmentasi market itu melalui pendekatan secara ‘online person to person’ itu. Aaplagi hal ini memang sejalan dengan Nilai Perusahaan yang terdiri dari empat hal. Pertama, Everyone in Company is Marketeer, Profesional Loyalis, Inovasi & Kreatif, serta Empati dalam Pelayanan & Kemitraan.
“Jadi yang kami sudah lakukan adalah, Everyone in Company is Marketeer. Sehingga semua orang dalam perusahaan adalah pemasar terbaik produk atau jasa perusahaan. Maka siapapun itu bisa turut memasarkan ke pihak lain, tentu saja dengan sepengetahuan perusahaan. Itu salah satu nilai-nilai perusahaan yang kami kembangkan,” ujar dia.
Bisnis Perusahaan
Dari tiga bisnis perusahaan yang dilakukan, untuk sektor kepelabuhan, kata Amin, pihaknya sudah melakukan resegmentasi pasar tadi. Selain konsisten melakukan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan, kini sudah ada pekerjaan anyar berupa memasok air ke kapal-kapal di merapat ke pelabuhan Tuban, tapi tidak bersandar ke dermaga atau “Supply Fresh Water to Vessel”.
“Kami melayani supply air tawar di tengah perairan laut utara Tuban, untuk kebutuhan logistic vessel, berupa operasional di kapal dan kebutuhan ABK (Anak Buah Kapal). Sebab vessel atau kapal-kapal tersebut tidak dapat berlabuh di jetty atau dermaga. Dengan kapasitas kapal supply kami hingga 40 ton. Maka kami sangat siap (melakukan pekerjaan ini),” dia menerangkan.
Sekain itu, di sektor komersial juga terus digenjot resegmentasi market itu untuk mendongkrak pendapatan. Beberapa hal yang dilakukan perusahaan berupa pengadaan perlengkapan kantor, pengadaan alat industri, pengadaan hasil sumber daya alam, dan pengadaan alat kesehatan.
Serta terakhir di sektor produk industri, tetap juga melakukan bisnis seperti sedia kala, antara lain service & maintenance, transportasi & rental, persewaan scaffolding, plus bisnis digital printing.
Dengan begitu, kata Amin Jaya, perusahaan yang proporsi usahanya 90% mencari laba dan 10% layanan publik atau sosial itu mengusung strategi bisnis yakni, pertama, melaksanakan secara konsekuen Nilai Perusahaan, Motto perusahaan & Positioning perusahaan secara konsekuen.
Kedua, memaximalkan strategi, taktik & alat pencapaian target perusahaan. Ketiga, fokus pada optimalisasi unit usaha produktif. “Keempat melakukan resegmentasi market seiring dengan kondisi puncak pandemic (pertengahan tahun 2021), dan terakhir melakukan sinergi political will company dengan perusahaan yang beroperasi di daerah bersama Pemkab setempat,” beber dia.
Pencapaian Kinerja
Amin Jaya lebih jauh menerangkan pemaparannya itu terkait keberhasilan dan pencapaian perusahaan selama satu-dua tahun ini. Meski begitu, dia juga mengakui masih ada beberapa target kinerja yang berlum tercapai.
Kata dia, PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) yang didirikan berdasarkan Perda No. 14 Tahun 2014 dan resmi beroperasi mulai Januari 2017 itu merupakan salah satu BUMD Kabupaten Tuban yang sudah berkontribusi ke pembangunan di daerah.
“Di tahun 2021, perusahaan untuk pertama kalinya melakukan setoran PAD kepada Kabupaten Tuban. Selain itu, perusahaan juga mulai melakukan penjaringan produk unggulan Tuban yang disalurkan melalui website kulakgrosir.com dalam branding Terminal Barang Tuban,” ungkapnya.
Langkah ini juga termasuk inovasi yang digelar oleh perusahaan. Yakni, dalam hal bisnis perdagangan ini, perusahaan membuat terobosan oleh-oleh khas Tuban melalui tokotuban.id untuk pemenuhan kebutuhan oleh-oleh khas Tuban untuk warga Tuban dengan sistem delivery order dengan melibatkan produk UMKM.
“Perusahaan melakukan resegmentasi market dengan masuk pada sekolah-sekolah dan kantor kelurahan. Selain itu, perusahaan juga mengedepankan kapabilitas tenaga pemasaran perusahaan, mengoptimalkan political will pemerintah daerah dan melakukan relationship secara rutin dengan pelanggan. Plus, perusahaan menggagas saluran utama produk unggulan Tuban melalui Terminal Barang Tuban dan akan dipasarkan melalui website perusahaan dan jaringan offline perusahaan,” terang dia.
Selanjutnya, berdasarkan hasil audit keuangan independent dari Kantor Akuntan Publik Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan, dikategorikan WDP (Wajar Dalam Pengecualian) untuk laporan keuangan akhir tahun 2020. Tahun 2021 masih dalam proses auditing.
Di tahun 2020 juga PT RSM dikategorikan sebagai salah satu perusahaan berkinerja baik dan mampu bertahan di era new normal oleh IDAF Indonesia Development Achievement Foundation.
“Lalu, di tahun 2020 & 2021, kami juga dikategorikan sebagai salah satu perusahaan di Jawa Timur dengan komitmen tingga pada ZERO ACCIDENT oleh Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja Pemprov Jawa Timur,” katanya.
Dan tentu saja, di tahun lalu, PT RSM ini menerima penghargaan TOP BUMD AWARD 2021 dengan level Bintang-4 di kategori Aneka Usaha oleh Majalah Top Business dan Institut Otonomi Daerah.
Kinerja Keuangan
Untuk pencapaian dalam hal kinerja keuangan, kata Amin Jaya, ada banyak yang membanggakan, akan tetapi ada juga beberapa yang tidak mencapai target. Untuk pendapatan usaha bongkar muat tahun 2021 lalu tercapai 129,58%.
“Begitu pun juga untuk pendapatan usaha komersial tahun 2021 lalu yang tercapai hingga 202%. Hal ini karena tak lepas dari efek resegmentasi market tadi. Juga pengeluaran beban usaha dan operasional kantor berhasil mengalami efisiensi 10%,” katanya.
Namun begitu, dia mengakui ada juga beberapa hal yang tak sesuai target. Pendapatan usaha produksi industri tahun 2021 lalu tidak tercapai sebanyak 138%. Kondisi tersebut sebagai efek ada pandemic Covid-19 dari virus Delta. Lalu secara umum, laba perusahaan di tahun 2021 juga mengalami penurunan dibanding tahun 2020 yakni sebesar 50%. “Akan tetapi, kalau melihat tahun 2020 lalu, kita mengalami perbaikan laba hampir 200% dari 2019,” ujarnya.
FOTO: TopBusiness
