TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuatkan Fungsi Intermediasi, Kredit Bank Salatiga Lampaui Kinerja BPR di Jateng

Busthomi
18 April 2022 | 11:21
rubrik: BUMD, Event
Kuatkan Fungsi Intermediasi, Kredit Bank Salatiga Lampaui Kinerja BPR di Jateng

Jakarta, TopBusiness – Kinerja Perumda BPR Bank Salatiga atau Bank Salatiga baru saja keluar dari status Bank dalam Pengawasan Intensif di tahun 2020 lalu. Kinerja positif ini tak lepas dari performa Bank Salatiga yang memang sudah membaik dengan status ‘SEHAT’. Beberapa indikator keuangannya bertumbuh positif, termasuk mengantongi kenaikan laba bersih hingga 189,14% per akhir 2021 lalu.

Dengan kondisi tersebut, Bank Salatiga pun terus menggenjot kucuran kreditnya atau KYD (kredit yang dikucurkan) cukup tinggi. Dan ini terbukti BPR satu ini telah memerankan fungsi intermediasinya dengan baik. Meski kredit masif, dari sisi likuiditas juga masih tetap terjaga ditengok dari posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) per akhir Desember 2021 lalu sebesar 80,31%.

“Untuk pertumbuhan kredit kami per akhir 2021 lalu mencapai 16,98% atau sebanyak Rp106,752 miliar. Ini berarti melampaui pertumbuhan kredit BPR di Jawa Tengah (Jateng) yang di angka 5,53% dan nasional sebesar 3,61%,” jelas Dartho Supriyadi selaku Direktur Utama Bank Salatiga, dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 lalu yang digelar majalah TopBusiness, Rabu (13/4/2022) secara virtual.

Saat presentasi penjurian kala itu, Dartho didampingi oleh Kelik Sugiyanto selaku Direktur Kepatuhan, Sutriarianto selaku PE Manajemen Risiko, Aditya Bayu sebagai PE Operasional, dan Lea Christiani sebagai PE AI.

Beberapa capaian kinerja keuangan dan rasio perbankan Bank Salatiga adalah sebagai berikut: selain kredit, untuk simpanan per akhir 2021 lalu sebesar Rp83,043 miliar atau naik 11,02%, dengan modal dasar bank sebesar Rp100 miliar dan modal disetor Rp43 miliar, serta pendapatan operasional Rp23,051 miliar, dan beban operasional di angka Rp19,858 miliar. Atau keduanya mengalami pertumbuhan 17,10% dan 8,81%.

BACA JUGA:   BPR BKK Karangmalang Terus Perkuat Fungsi Implementasi GRC

“Sehingga laba bersih kami sebanyak Rp2,9 miliar, dengan modal inti Rp19,394 miliar, dan asset yang terkumpul mencapai Rp141,769 miliar. Dengan pertumbuhan masing-masing adalah, 189,14%, 34,29%, dan 23,69%,” tutur dia.

Sementara untuk rasio perbankan juga kian poistif per akhir Desember 2021 lalu. Seperti CAR sangat kuat di level 27,97%, KAP 5,80%, NPL rendah di 4,10% (netto) dan 6,99% (bruto), BOPO bisa ditekan di angka 86,14%, ROA di angka 2,67%, CR di 18,23%, dan LDR di 80,31%. Sehingga tingkat kesehatan bank berada di level SEHAT.

Sasar Pedagang Pasar

Dalam menggenjot kredit yang tinggi itu, Bank Salatiga memang gencar menggelar program Cash Pick up ke pedagang pasar pagi di wilayah Salatiga itu. Dengan begitu, beberapa langkah dari Cash Pick Up yang dilakukannya adalah, pertama, Terdapat staf Teller Mobile yang melakukan cash pick up ke pedagang pasar pagi mulai jam 04.30.

Kedua, Staf Teller Mobile dibekali aplikasi front end system berbasis Android yang  membukukan transaksi setoran tunai secara online dan realtime; ketiga, Nasabah menerima bukti setoran tunai berupa lembar struk transaksi dan notifikasi sms/whatsapp.

“Lalu, keempat, memberikan keyakinan kepada nasabah bahwa setoran dana telah update pada saldo rekening tabungannya; dan kelima, mengurangi risiko operasional yaitu fraud yang dilakukan pegawai,” katanya.

Pengucuran kredit ke pasar-pasar juga, disebut Dartho, bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan di daerah tersebut. Sebab, dengan program kredit ke pasar itu telah membuat berkurangnya rentenir di pasar tradisional yang selama ini marak.

Dan selain itu, beberapa kontribusi lainnya berupa mendukung pembangunan infrastruktur dengan penyedia jasa konstruksi; penyalur pembayaran belanja, bantuan sosial; peningkatan investasi melalui program-program pembiayaan kepada masyarakat Salatiga; dan membantu program pemerintah daerah dalam pelaksanaan transaksi non tunai.

BACA JUGA:   Ini Kontribusi Bank NTB Syariah Dukung MotoGP Mandalika

Perkuat Transakai Non Tunai

Dan dalam rangka menggenjot transaksi non tunai itu, Bank Salatiga juga sudah memanfaatkan infrastruktur teknologi informasi (TI). Hal ini dilakukannya dalam memantau kinerja  BPR Salatiga ini. Seperti, pemantauan kinerja pemasaran dan penanganan kredit bermasalah dilakukan harian menggunakan aplikasi yang terintegrasi dengan core banking system (cbs).

Lalu, Direksi juga memantau tingkat kesehatan bank harian melalui aplikasi performance dashboard yang terhubung dengan cbs tadi. “Serta pemantauan proses kredit dilakukan secara online menggunakan aplikasi Loan Origination System (LOS),” ujar dia.

“Dan tentu saja transaksi non tunai juga dilakukan saat pengucuran kredit di pasar pagi tadi serta kami juga menyelenggarakan acara pengundian tabungan arisan secara virtual melalui youtube dan media sosial instagram serta twitter,” pungkas Dartho.

FOTO: TopBusiness

Tags: Bank SalatigaTOP BUMD Awards 2022
Previous Post

Trakindo Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik

Next Post

Kredit Tak Tersalurkan dengan Baik, LDR Bank Banten Rendah di 66,47%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR