Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Syariah Mandiri telah menempatkan hingga akhir tahun 2015 menempatkan dananya pada suku pemerintah dan sukuk proyek pemerintah senilai Rp 7 triliun. Dan pada tahun ini akan kembali menempatkan dana pada instrumen surat utang pemerintah berbasis syariah senilai Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun
“Sehingga total dana kami (BSM) yang di tempatkan di sukuk dan sukuk proyek infrastruktur mencapai Rp 10 triliun. ” terang Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Syariah Mandiri, Agus Handaya di Jakarta.Senin ( 15/2/2016).
Menurut dia,penempatan di instrumen itu sangat baik untuk perbankan syariah. Dan dapat membantu pembangunan infrastruktur pemerintah. ” Ini skim yang baik bagi perbankan syariah.”ucap dia.
Namum sayangnya, penempatan di sukuk itu terutama sukuk berbasis proyek belum diakui sebagai pembiayaan. Ia berharap OJK ( Otoritas Jasa Keuangan) dapat segera meloloskan permintaan itu.” Sekarang sedang di bicarakan dengan OJK dan asosiasi perbankan syariah.sebab kan sama kami menempatkan dana di pemerinrah lalu digunakan untuk pembangunan” Tutur dia.
Ia menjelaskan, permintaan itu nampaknya akan segera diloloskan, pasalnya OJK tengah memastikan apakah dana penempatan itu digunakan untuk proyek infrastruktur .” Kemudian OJK juga memastikan ke Menteri keuangan bahwa pengembalian utang itu berasal dari proyek tersebut.” Terang dia. ( az)