Bertempat di Hotel Hyatt Jakarta, Selasa (21/6/2022). Perusahaan cyber security Fortinet menggelar media conference melaporkan Cybersecurity Skills Gap Report 2022—laporan yang mengupas kesenjangan keahlian keamanan siber di kawasan Asia.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kurangnya tenaga ahli keamanan siber kerap menimbulkan berbagai tantangan dan dampak beruntun bagi perusahaan-perusahaan di Asia, termasuk terjadinya pelanggaran keamanan yang diikuti dengan kerugian finansial.
Karena itu, permasalahan kesenjangan keahlian masih menjadi fokus perhatian eksekutif C-level dan semakin diprioritaskan di tingkat dewan. Dalam laporan tersebut, para pengambil keputusan TI dan keamanan siber di berbagai negara—antara lain Singapura, Thailand, Hong Kong, Filipina, Malaysia, dan Indonesia—yang menjadi responden survei juga menyarankan sejumlah cara untuk mengatasi kesenjangan keahlian, salah satunya dengan mengadakan pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
Acara tersebut turut dihadiri Edwin Lim Country Director Fortinet Indonesia, Peerapong Jongvibool Fortinet VP Southeast Asia, Rashish Pandey VP Marketing and Communucations, Jonas Walker Security Strategist.
Teks dan Foto : Rendy Muhammad Rizky






