TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Biro Kredit Incar 50 Lembaga Keuangan Jadi Anggotanya

Nurdian Akhmad
29 February 2016 | 16:46
rubrik: Finance
Jakarta-Thebusinessnews.PT Pefindo Biro Kredit selaku Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP)  menargetkan ada 40 anggotanya hingga akhir tahun 2016. Sampai saat ini anggota LPIP PT Pefindo Biro Kredit baru terdapat empat angota anggota yakni PT AdiraDinamika Multi Finance Tbk,PT Bussan Auto Finance, PT Bank Commonwealth dan PT Nissan Financial Service Indonesia.
Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit,Ronald T A Kasim mengatakan bahwa untuk mengakses data perkreditan calon debitur maka lembaga keuangan seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan harus menjadi anggota.”Dan sejak mendapat ijin usaha pada Januari 2016 baru empat yang jadi anggota,namum kedepan tiap bulan akan ada anggota baru.” Ujar dia di Jakarta, Senin(29/2/2016)
Ia menargetkan hingga akhir tahun 2016 akan ada 40 -50 anggota barunya,yang berasal dari perbankan dan perusahaan pembiayaan.  Ia yakin target itu tercapai karena perusahaan pembiayaan dinilai sangat antusias,”Karena perusahaan pembiayaan belum mengakses BI Checking,mungkin hanya 10 dari 200 perusahaan pembiayaan yang akses BI Checking.” Ujar dia.
Ketimbang mengakses BI Checking yang hanya memberi informasi umum,sedangkan Pihaknya kata Ronald memberikan data secara komprehensif dengan cakupan data lebih luas seperti data dari luar industri keuangan.
Hal lain yang membuat Ronald yakin perusahaan pembiayaan akan jadi anggota LPIP, yakni dengan adanya kewajiban perusahaan pembiayaan menjadi anggota LPIP paling lambat Nopember 2016″ Itu sesuai dengan peraturan OJK
POJK 28/POJK.05/2014 pasal 17.” Ujar dia.
Dengan kewajiban itu,kata dia perusahaan pemmbiayaan lebih menerapkan manajemen risiko. Sebab dibandingkan industri perbankan,industri pembiayaan tergolong tertinggal .”Sehingga mereka ( perusahaan Pembiayaan ) akan menjalankan manajemen risiko dengan prudent dan berdasarkan risiko dengan ada tolak ukurnya.”ujar Dia(az)

 

BACA JUGA:   Waspadai Kualitas Udara! Asuransi Penting Bebaskan Langkahmu
Previous Post

BJBR Yakin Pertahankan NIM 6,3 Persen

Next Post

Nasabah KUR Berisiko Tinggi Jadi Debitur Macet

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR