TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Nasabah KUR Berisiko Tinggi Jadi Debitur Macet

Nurdian Akhmad
29 February 2016 | 16:54
rubrik: Finance
Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat ) dengan bunga 9 mencapai Rp 100 triliiun tahun 2016. Sayangnya target nasabah penerima KUR tersebut tidak ada disistem pantau lembaga manapun sehingga berisiko menimbulkan ratio kredit bermasalah.
“Target (nasabah) KUR itu kan belum masuk radar siapa siapa baik itu BI Checking atau perusahaan pembiayaan berarti risikonya tinggi nih.” Ujar Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit, Ronald T A Kasim di Jakarta, Senin ( 29/2/2016).
Ia menyadari bahwa pemerintah tidak mensyaratkan perbankan yang ditugasi menyalurkan menggunakan LPIP ( Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan ) untuk memberi informasi calondebitur KUR,sehingga hal itu berpulang kepada Bank yang bersangkutan untuk memanfaatkan LPIP.” Kalau di BI Checking tidak ada sebab target KUR kan yang belum bankable.” Ujar dia.
Namum dengan pengunaan LPIP,calon nasabah KUR bisa saja terdeteksi rekam jejaknya di lembaga lain,misalnya di Ditjen Pajak, PT Telkom dan PT PLN.” Dari data data instutusi seperti PLN,Telkom, Pegadaian atau Ditjen pajak akan ketahuan rekem jejak dia dan kami bisa membuat profil calon nasabah itu.” Ujar dia.
Ia menambahkan dengan bantuan LPIP,akan meringankan  Bank Penyalur KUR dalam menilai profil risiko calon nasabah KUR yang mencapai ratusan ribu nasabah sebab LPIP tidak punya kepentingan terhadap skor nasabah. ” Bahkan dinegera lain pun ,jangankan penerima KUR,Calon penyewa rumah saja akan di cek profilnya di LPIP,kalau dia bermasalah di tempat lain akan di minta menaruh deposit dulu” ujar dia(az)

 

BACA JUGA:   Sebanyak 30-an Bank Miliki Rasio Kredit Bermasalah Properti Lampau Lima Persen
Previous Post

Pefindo Biro Kredit Incar 50 Lembaga Keuangan Jadi Anggotanya

Next Post

SMF Salurkan Pembiayaan Rp 190 Miliar Kepada BPD Bank Riau Kepri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR