TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Petani Kopi Lokal Perlu Pembinaan Agar Hasilkan 8 Ton Perhektar

Nurdian Akhmad
12 March 2016 | 18:58
rubrik: Capital Market

Jakarta-Thebusinessnews. Industri  kopi lokal  perlu direvolusi dari tingkat hulu, tujuannya untuk  meningkatkan produksi  rata-rata produksi kopi petani hanya dari  700-800 kg per hektar menjadi 2- 8 ton perhektar

“Seperti di di Vietnam sudah mencapai 2 ton per hektar, sedangkan Brazil sudah bisa mencapai 8 ton per hektar.” Harap Ketua Umum Aosiasi Eksportir Kopi Indonesia ( AEKI) Irfan Anwar  di Jakarta, Jumat (11/3/2016)

Irfan menyadari Banyak kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produksi. Pertama bibit kopi tidak baik, kedua pola tanam dan perawatan, ketiga para petani tidak mendapatkan pendampingan oleh tenaga ahli lapangan. “Lantas pula para petani kopi sudah banyak pula yang mengalihkan tanaman kopinya kepada tanaman yang lebih menjanjikan, seperti kelapa sawit, karet dan tanaman lainnya.” Ujar dia

Dari sisi hilir,  industri pengolahan kopi di dalam negeri pun sangat mengkawatirkan.  Hal itu terlihat dari  mudahnya  investor luar negeri akan masuk secara leluasa dalam industri pengolahan kopi. Pada sektor eksport kopi,  semenjak tahun 2012 terus mengalami penurunan dari 520.000 ton hingga 380.000 ton, “Ini sangat memukul para industry serta petani tentunya, banyak factor penyebab turunnya angka eksport ini, salah satunya turun pula produksi kita.” Ujar dia

Namum yang mengembirakan  di dalam negeri  terjadi peningkatan konsumsi kopi, hal ini dengan tumbuh dan berkembangnya warung-warung dan kedai kopi dari kelas bawah, menengah dan atas, ini merupakan lahan bisnis yang cukup menjanjikan pula bagi pengusaha yang terjun mengelolah bisnis kedai kopi ini.

Tanpa Ekspor pu kata dia, pasar dalam negeri saja sudah sangat besar, angka perkapita penduduk Indonesia yang meminum kopi per tahun masih sangat rendah yaitu 1,1 kg per tahun sementara Amerika sudah 4 kg apalagi Negara eropa bisa mencapai 11 kg per tahun. (AlB)

BACA JUGA:   29 Perusahaan Grup Summarecon Terima Tambahan Modal, Ada yang Triliunan Rp

 

Previous Post

Indosat Oooredoo, Lintasarta dan IBM Bangun Solusi IT Senilai 200 Juta Dolar AS

Next Post

OJK Tenggarai Tindak Pidana Pada Perdagangan Semu Saham SIAP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR