TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DPR Minta Menteri Said Segera Putuskan Blok Masela

Nurdian Akhmad
17 March 2016 | 23:30
rubrik: Capital Market

Jakarta-Thebusinessnews. Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Fadel Muhammad menyatakan, komisi VII akan segera memangil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirmam Said  terkait dengan molornya dan tertundanya putusan perubahan  Plan Of Development (POD) Blok Masela.

Pasalnya,  nilai investasi blok migas itu  lebih dari 14 miliar dolar AS. Dengan tertundanya persetujuan POD yang diajukan oleh INPEX sebagai  Production sharing Contract(PSC) tersebut sudah menyatakan mengurangi operasionalnya di Blok Masela tersebut sebesar 40 persen karyawannya, “Jadi banyak sekali korban dari tertundanya persetujuan POD ini”, ujar Fadel di Jakarta, kamis(17/3/2016)

Fadel sangat menyayangakan kinerja serta ketidaktegasan kementerian teknis ESDM ini, hal ini pula menjadikan citra investasi di Indonesia semakin tercoreng dimata investor asing. Sementara itu dengan gembar-gembor menarik investasi ke dalam negeri dan mempermudah perizinan.  “Akan tetapi begitu ada investasi yang akan membangun industri LNG ( liquid Natural Gas)  eh malah diperlambat, ini sama saja penghambat dalam pembangunan namanya” , ucap Fadel.

Lantas Fadel menyelaskan, apakah nanti lapangan LNGini akan dibangun dengan di darat-Onshore atau di laut Offshore itu tidak jadi masalah. Tentunya harus  berpatokan pada kajian-kajian internasional yang profesioanl dan kredibel dalam bisnis minyak dan gas

“Komisi VII akan mendesak Menteri Sudirman Said agar segera merealisasikan POD agar bisa dalam tahun ini bisa dilakukan konstruksinya.” Harap da.

Pentingnya hal itu, menginggat  saat ini harga minyak sudah anjlok sampai pada titik terendah yakni  31 dolar AS  per barel dan turunya harga minyak ini mengakibatkan penerimaan Negara terhadap minyak juga anjlok dan beban APBN semakin berat dalam membiayai pembangunan negeri ini. ( ALB )

BACA JUGA:   Metland Selenggarakan RUPST 2025
Previous Post

BI Rate Turun Menjadi 6,75 Persen

Next Post

BI Rate Turun 25 bps, IHSG Sentuh 4900-an

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR