TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Kata Mantan Bos Telkom tentang Bonus Demografi

Nurdian Akhmad
16 February 2014 | 08:18
rubrik: Ekonomi
Industri Kecil  (Foto: Istimewa)
Industri Kecil (Foto: Istimewa)

 

Tangerang, businessnews.id — Pengamat bisnis Kristiono mengatakan, dalam periode bonus demografi yang terjadi di Indonesia 2015-2030, sejumlah hal perlu dicermati. Antara lain, jumlah pengusaha yang masih minim. “Masyarakat kita berkultur konservatif dan takut gagal dalam berbisnis,” kata ketua Himpunan Pengusaha Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Hipa ITS) itu, di Tangerang, Banten (15/2).

Mantan direktur utama PT Telkom itu mengatakan, bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif meledak, merupakan peristiwa langka bagi sebuah negara. Sebab, hanya terulang sekali dalam 100 tahun. “Di balik itu, ada tantangan tersendiri. Yakni kurangnya jumlah entrepreneur untuk mengangkat pasar domestik secara masif.”

Lebih lanjut Kristiono berkata, bersamaan dengan periode bonus demografi, Indonesia pada 2010-2030 mengalami satu momentum penting sekaligus krusial. Yakni, GDP di 2010 sudah menembus USD 3.000 per kapita. Dan lahirlah kelas menengah dalam jumlah yang relatif besar.

Tahun 2020, bila ekonomi Indonesia terus tumbuh 5  dan tingkat inflasi terkendali, Indonesia bisa duduk di peringkat tujuh ekonomi dunia. “Tapi di balik bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi, banyak hal yang menjadi tantangan dan kita carikan solusi bersama,” kata Kristiono.

Dipenuhi Street Vendor
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni ITS Irnanda Laksanawan mengatakan, kini street vendor dari negara luar banyak yang masuk ke Indonesia. Semisal, Kopitiam yang banyak ada di pusat belanja modern.

“Itu kan sebenarnya bisnis yang tidak besar. Tapi bedanya, mereka punya sistem yang bagus,” kata staf ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara tersebut.

Akibat penetrasi street vendor seperti itu, Irnanda menambahkan, anak-anak ataupun remaja di Indonesia kurang mengenal jajanan pasar.

Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia perlu membangkitkan semangat berwirausaha ataupun jumlah entrepreneur.

“Nah, di kampus teknologi seperti ITS, membangkitkan hal itu sangatlah penting,” kata dia.

BACA JUGA:   Stafsus Mendagri Ajak Manfaatkan Bonus Demografi

Kelas menengah yang terus bertambah di Indonesia, Irnanda menambahkan, juga perlu diangkat dan dikuatkan dalam hal semangat berwirausaha. (DHI/DHI)

Tags: bonus demografi
Previous Post

Psssst…Menteri Hatta Rajasa Menampik Lobi Seorang PM

Next Post

BII Targetkan Kartu Kredit Tumbuh 10-14 Persen 2014

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR