Jakarta, TopBusiness—Potensi komersialisasi dari sebuah karakter kekayaan intelektual dapat meningkatkan nilai sebuah produk hingga tiga kali lipat.
“Berbagai produk kekayaan intelektual dapat dimanfaatkan sebagai strategi promosi produk-produk pelaku usaha maupun pemilik merek. Sebagai contoh, karakter atau tokoh kartun yang merupakan produk kekayaan intelektual dapat disertakan dalam proses penciptaan suatu produk. Produk akhirnya nanti akan memiliki nilai lebih berupa kedekatan emosional konsumen dengan karakter yang dimanfaatkan,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Kasan, dalam keterangan tertulis untuk media, tadi pagi.
“Selain itu, daya jual sebuah produk akan semakin terdiversifikasi karena sifat dari karakter kekayaan intelektual yang adaptif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk maupun jasa,” Kasan mengatakan.
Kasan mencatat, produk kekayaan intelektual lokal, yang merupakan bagian dari ekonomi digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu tren baru dalam dunia bisnis kreatif. Terdapat banyak sekali karakter kekayaan intelektual lokal Indonesia yang menarik perhatian masyarakat seperti Gundala, Sri Asih, komik Si Juki, dan lain sebagainya.
“Industri kekayaan intelektual lokal Indonesia yang memiliki potensi cukup besar ini dapat terus digarap untuk mendapatkan pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ungkap Kasan.
Kementerian Perdagangan mendorong peningkatan pemanfaatan produk-produk kekayaan intelektual lokal dalam pemasaran barang dan jasa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Business Matching Produk Intellectual Properties Lokal dilanjutkan dengan seminar bertajuk ‘Kondisi dan Potensi Sektor Intellectual Properties Indonesia’. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu–Kamis minggu ini secara hibrida.
