TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BASF Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Maluku Utara

Nurdian Akhmad
27 January 2023 | 10:36
rubrik: Ekonomi
Ini Alasan Sumitomo Mundur dari Proyek Smelter Nikel INCO

ilustrasi nikel. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan  kimia terbesar di Jerman, Badische Anilin- und Soda-Fabrik atau BASF berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di  Indonesia tahun ini.

BASF akan mulai membangun pabrik pemurnian nikel dan pengolahan nikel di Maluku Utara pada kuartal pertama 2023 dengan menggandeng PT Eramet Halmahera Nikel (PT EHN).

Hal itu disampaikan Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia kepada media seperti dikutip, Jumat (27/1/2023).

Menurut Bahlil, investasi bersama ini dinamai Proyek Sonic Bay. Dipilihnya Indonesia sebagai tempat produksi baterai kendaraan listrik terbesar BASF di Asia bukan tanpa alasan.

Melimpahnya sumber daya nikel yang tersimpan di tanah Maluku membuat raksasa kimia ini tertarik berinvestasi pada Indonesia.

Maluku ditetapkan sebagai pemasok terbesar kedua di dunia karena telah memasok 3 juta ton kapasitas nikel ke pasar global dan diperkirakan meningkat jadi 4,5 juta ton dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, seperti yang dikutip dari Reuters.

Pembangunan pabrik pemurnian nikel oleh BASF akan menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) dan akan menelan investasi 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 38 triliun.

Menurut Bahlil, kerjasama ini akan menciptakan nikel berkualitas Mixed Hydroxide Precipitates (MHP) menjadi prekursor baterai listrik.

Selain itu juga dapat mengatasi krisis pengangguran yang ada di Indonesia, lantaran pembangunan pabrik akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk 1.000 tenaga kerja.

Meski masih dalam tahap perencanaan, namun proyek Sonic Bay diprediksi dapat  memproduksi sebesar 67 ribu ton nikel per tahun dan 7,5 ribu ton kobalt per tahun.

Rencana investasi BASF dan Eramet sejalan dengan aspirasi dan ambisi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pemain EV kelas dunia mengingat sebelumnya Indonesia  juga telah menyelesaikan perjanjian investasi dengan produsen EV China, BYD Group, dan Tesla  (TSLA.O)  untuk pembangunan pabrik fasilitas produksi EV.

BACA JUGA:   Bantu Food Estate, HKTI Siapkan Bibit Unggul
Tags: BASFBaterai EVBKPMMenteri Investasi dan BKPMpengolahan nikel
Previous Post

Kredit UMKM Masih Minim, Menkeu Kritik Perbankan RI

Next Post

Resmi Tercatat di BEI, LAJU Janjikan Kinerja Perseroan Tetap Positif dengan Smart Logistics

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR