Jakarta, TopBusiness—Pembangunan Food Estate di Kapuas Kalimantan Tengah dilakukan dengan intensifikasi atau pengoptimalan lahan.
“Food Estate yang diusung ini merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan daerah,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungan kerja ke Kapuas, Kalimantan Tengah, dalam siaran pers yang diterima pagi tadi oleh Majalah TopBusiness.
Kegiatan pembangunan ini, menurutnya, bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, TNI, Kementerian PUPR, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Gapoktan, dan lain-lain.
Sementara itu, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), merupakan salah satu mitra kerja Pemerintah. Di bawah pimpinan Ketua Umum Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, HKTI ikut menggerakkan beberapa gabungan kelompok petani binaan dalam percontohan penanaman di beberapa area Food Estate ini.
“Pak Moeldoko membina secara langsung Koperasi HKTI Tamara (Tani Makmur Sejahtera) dengan Kelompok Tani, dan membangun M-Tani, sebuah perusahaan pertanian yang dapat menghasilkan bibit unggul padi seperti M70D dan M 400, benih sudah ditanam di beberapa daerah dan terbukti panen lebih cepat dan melimpah,” kata Sekretaris Koperasi HKTI Tamara, Annisa Lifta Kurnia Dewi, yang ikut dalam kunjungan tersebut.
“Dalam satu tahun panen hingga empat kali. Selain itu dalam satu hektar dapat panen hingga 8 -10 ton. Sesuai dengan moto M-Tani yaitu mudah, murah, melimpah, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani,” kata Annisa.
Ia juga memberitahu bahwa rencana pada awal program Food Estate, Moeldoko akan memberikan fasilitas bibit padi unggul untuk satu cluster percontohan di Food Estate Kalimantan Tengah tersebut.
Dan program tersebut akan dibina langsung oleh expertise dari M-Tani yang berkolaborasi dengan Koperasi HKTI Tamara.
Sebagai salah satu utusan Ketua Umum HKTI, Annisa yang juga pengurus DPN HKTI menyampaikan bahwa HKTI sebagai mitra kerja pemerintah sangat mendukung dan mengawal program Food Estate ini dari awal, agar dapat berjalan cepat dan tepat sesuai dengan instruksi dari Presiden RI Jokowi.
“Program ini bertujuan mengembangkan lumbung pangan sehingga, produksi pertanian dapat meningkat, dapat menumbuhkan sektor pertanian secara merata, dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, serta menambah peluang ekspor. Dan konsep pertanian ini menggunakan konsep pertanian diversifikasi pangan, horti, ternak , ikan dan terintergrasi dari hulu hingga hilir . Sehingga produk yg dijual bukan hanya produk mentah melainkan produk yang sudah diolah. Seperti contoh petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu,” papar Annisa.
Terkait hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa program Food Estate tersebut akan dikembangkan sebagai cadangan logistik strategis.
“Selain itu, Food Estate menjadi langkah nyata dari pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Dirjen Sarana Prasarana Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menyampaikan, bahwa saat ini persiapan di Kalteng menjadi Food Estate sudah berjalan sesuai yang direncanakan
“Potensi lahannya sekitar 164.000 ha, 85.000 ha lahan diantaranya merupakan intensifikasi, dan 79.000 ha merupakan lahan ektensifikasi,” imbuhnya.
Foto: Istimewa
