Jakarta, TopBusiness—Perumda BPR Purwakarta (Jawa Barat), sebagai BUMD, punya misi sebagai agen pembangunan daerah. Itu dengan mendampingi dan memudahkan masyarakat mendapatkan akses permodalan, pembiayaan, dan mendapatkan literas keuangan yang mudah-murah. Termasuk bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Purwakarta.
“Maka, kami membangun Program Ngaprak Ka Desa. Ini untuk peningkatan akses pelayanan dan literasi keuangan masyarakat desa,” kata Direktur Utama Perumda BPR Purwakarta, Dedeh Kurniasih, saat presentasi melalui Zoom untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 (21/2/2023).
Dedeh mengatakan bahwa tujuan mulia dari Ngaprak Ka Desa, yakni agar masyarakat khususnya di pedesaan, dapat terlayani akses pembiayaan dan literasi keuangan yang mudah, murah, tak berbelit. Itu bahkan tanpa harus menyiapkan agunan untuk mendapatkan pinjaman.
Dedeh menjelaskan pula bahwa, hingga saat ini, BPR Purwakarta telah berhasil menyalurkan kredit usaha ke sebanyak 2.956 penerima manfaat, yang berasal dari 80 desa se-Kabupaten Purwakarta.
Selain itu, BPR Purwakarta telah menyalurkan kredit konsumtif kepada aparatur desa, RT, dan RW. Itu mencakup sebanyak 1.114 nasabah.
Di tahun 2021, BPR Purwakarta membukukan pendapatan Rp8,64 miliar. Kemudian, nilai itu di tahun 2022 naik menjadi Rp10,04 miliar.
Pada tahun 2020, BPR Purwakarta pun menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 1.000 pelaku UMKM. Itu dengan total kucuran senilai Rp2 miliar.
Selanjutnya, Dedeh menjelaskan bahwa di tahun 2021 BPR Purwakarta menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 15.000 masyarakat miskin penerima manfaat. Anggarannya Rp9 miliar dan terbagi dua tahap.
BPR Purwakarta memberikan sumbangan PAD (pendapatan asli daerah) senilai Rp730,91 juta pada tahun 2019. Berikutnya, PAD di tahun 2020 senilai Rp818,83 juta; tahun 2021 di Rp1,01 miliar.
“Saat ini, BPR Purwakarta ini sudah melayani nasabah dengan aplikasi, untuk jemputan setoran tunai tabungan dan kredit,” Dedeh menjelaskan.
BPR Purwakarta terus memerbaiki pelayanan. “Kami pun terus melakukan transformasi digital untuk totalitas layanan perbankan kami.”
“Budaya perusahaan pun terus dibangun dengan berbasis standar kinerja dan kompotensi,” ia menjelaskan.
