Jakarta, TopBusiness—BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman (BPR PKPP), Sumatera Barat, di masa dampak Covid-19, tetap tumbuh dan mencetak laba.
“Walau demikian, tentu ada beberapa kendala akibat dampak Covid-19, seperti kredit macet,” papar Direktur Utama BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman, Muhammad Ishak, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness (27/2/2022), bekerja sama dengan beberapa lembaga.
Ishak, dalam presentasi melalui jaringan internet, menjelaskan bahwa untuk tahun 2021, pihaknya membukukan pendapatan Rp1,83 miliar. Tahun 2022, angka itu naik ke Rp2,12 miliar.
Sementara, laba tahun 2021 di Rp96,22 juta; tahun 2022, angka itu naik ke Rp165,08 juta.
Untuk penyaluran kredit, BPR PKPP tahun 2021 mencatatkan nilai Rp8,97 miliar. Pada tahun 2022, angka itu di Rp10,34 miliar.
Ishak menjelaskan bahwa BPR PKPP turut memberi dukungan penuh kepada pengusaha UMKM di seluruh Kabupaten Padang Pariaman. Di situ, program kredit tanpa agunan telah diberikan kepada pedagang kecil di seluruh pasar tradisional. Hal itu berlangsung melalui tiga kantor cabang yang dimiliki.
“Kami juga berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh konsumen, dengan sistem jemput bola setoran setiap hari bagi seluruh pedagang kecil. Hal ini menjadikan seluruh konsumen sangat terlayani dengan baik,” kata Ishak.
BPR PKPP, dengan layanan jemput bola tersebut, telah menekan ketergantungan masyarakat kepada para rentenir. Sementara rentenir merupakan musuh bagi masyarakat kecil.
Kemudian, dalam presentasi tersebut, Ishak pun menjelaskan sejumlah hal tentang digitalisasi di BPR PKPP. Untuk digitalisasi, BPR PKPP telah bekerja sama dengan Bank Nagari. Maka, konsumen BPR PKPP bisa menggunakan layanan mesin EDC saat melakukan transaksi.
“Media sosial pun kami manfaatkan untuk layanan konsumen. Bagian marketing dan bagian lain harus kreatif memanfaatkan media sosial sehingga komunikasi dengan konsumen tetap terbangun,” Ishak mengatakan.
Untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), Ishak menegaskan, bahwa pihaknya sangat serius mengembangkan SDM. Di sini, seluruh jajaran SDM sedari tingkat komisaris, direksi, dan seluruh SDM, wajib mengikuti berbagai kegiatan untuk peningkatan kualitas kompetensi.
“Kami menganggarkan 5% dari laba perusahaan untuk program peningkatan SDM. Kami juga memberikan reward and punishment untuk seluruh karyawan, agar merekanya mendapatkannya kesempatannya yang sama,” ucap Ishak.
