Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI-profit after tax & minority interest) naik 73,7 persen menjadi Rp444 miliar pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2016 dari Rp256 miliar pada tahun lalu yang berakhir 31 Maret 2015.
“Kinerja didukung oleh meningkatnya Pendapatan Bunga Bersih, pertumbuhan pendapatan non bunga yang lebih baik, upaya pengelolaan biaya secara berkesinambungan dan pencapaian kinerja Perbankan Syariah” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria dalam siaran pers, Selasa(26/4/2016).
Pendapatan Bunga Bersih (NII) tumbuh 8,8 persen menjadi Rp1,73 triliun per 31 Maret 2016 dari Rp1,59 triliun dibanding periode tahun lalu, sementara Marjin Bunga Bersih (NIM) Bank tetap stabil pada 4,8 persen. Kenaikan NII didorong oleh kedisiplinan Bank dalam penetapan bunga pinjaman dan pengelolaan pendanaan secara aktif.Bank mencatat kenaikan sebesar 10,7 persen pada pendapatan non bunga menjadi Rp687 miliar pada Maret 2016 dari Rp621 miliar pada Maret 2015. Kenaikan pendapatan non bunga diperoleh dari fee terkait dengan tresuri, fee bancasurrance Bank, administrasi pinjaman dan ritel, serta jasa lain yang diberikan Bank.
Bank terus mengelola biaya dengan baik melalui pelaksanaan Strategic Cost Management Program (SCMP) secara berkesinambungan dalam tiga bulan pertama 2016 seperti tercermin dari penurunan biaya overhead sebesar 0,8 persen menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2016. Upaya pengelolaan biaya Bank yang lebih baik telah memperbaiki cost-to-income ratio (CIR) yang turun menjadi 59,8perse pada Maret 2016 dari 65,8 persen pada Maret 2015.(red)