Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah Aji Batara Agung Dewa Sakti Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara atau RSUD Abadi Samboja telah melakukan survei kepuasan pelanggan di tahun 2022 dengan hasil capaian 84,83 persen. Survei ini dilakukan oleh pihak internal, yakni komite mutu dan keselamatan pasien.
Hasil survei kepuasan pelanggan tersebut tercipta, lantaran ada upaya dari manajemen untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui komunikasi yang intensif dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi. Pun, melakukan perekrutan tenaga-tenaga kesehatan dengan ketat.
‘Tren kepuasan pelanggan kami. Alhamdulillah untuk tahun 2022 dari triwulan 1 sampai triwulan 4, ada tren kenaikan dari awal cuma 83,40 di triwulan 1 itu, triwulan 4 meningkat menjadi 85,55 persen. Dari tahun 2022, ini capaian untuk indeks kepuasan pelanggan kami naik menjadi 84,83 persen,” kata dr. Waode Nuraida, MARS, di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023 dalam proses penjurian, yang berlangsung secara dalam jaringan aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (15/03/2023).
Menurut dr. Nuraida, demikian panggilan akrabnya, pihaknya dalam melaksanakan survei melalui dua cara. Pertama, RSUD Abadi memberikan daftar isian atau form kepada pelanggan untuk diisi, dan memanfaatkan media sosial. “Kami ada komite mutu, yang dalam survei ini kami melakukan dengan dua cara, ada yang secara langsung mengisi form, kemudian ada yang melalui media sosial. Kami mengumpulkan datanya,” kata dr. Nuraida.
Diakui dia, RSUD dalam melaksanakan survei nantinya akan melibatkan perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai pihak eksternal.
Dijelaskan dr. Nuraida bahwa manajemen memiliki peran untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD. Untuk itu, pihaknya lebih memacu diri untuk memberikan layanan yang terbaik.
“Masalah trust sudah mulai kita bisa perbaiki karena yang paling utama dari kami adalah bagaimana manajemen trust ini. Di dalam rumah sakit sendiri, internal kita, memang dengan multi masalahnya ditambah dengan dari luar . Sebenarnya ini sudah kami perbaiki di manajemen internal kami, termasuk trust dari pelanggan. Internal kami yaitu dokter spesialis sehingga mereka bisa lebih memperbaiki kinerjanya. Di tahun-tahun terakhir kita sudah ada perbaikan terutama di tahun 2022 akhir ini,” ungkap dr. Nuraida.
Ditekankan dia, laporan dari masyarakat yang mengenai bagaimana soal minimnya komunikasi rumah sakit atau perawat itu sudah mulai banyak yang berkurang karena RSUD sudah melakukan perbaikan terutama dalam hal perekrutan tenaga-tenaga kesehatan. “Jadi makanya tadi kami bilang untuk perekrutan tenaga, kami betul-betul sangat memperhatikan terkait dengan bagaimana komunikasi antara masyarakat, komunikasi antara petugas dengan masyarakat karena saya melihat komunikasi efektif inilah yang sangat kurang di rumah sakit ini. Dan Alhamdulillah dari laporan terakhir yang masalah komunikasi ini sudah bisa kami perbaiki karena media sosial,” kata dia.
Selanjutnya, RSUD Abadi Samboja juga mensosialisasikan aturan BPJS Kesehatan yang berjenjang, sehingga masyarakat paham akan rumah sakit rujukan.
“Masyarakat yang ingin selalu dirujuk sebenarnya memang karena aturan BPJS. Rujukan itu tidak harus langsung ke rumah sakit lain, kalau rumah sakit ini masih menerima untuk melayani. Karena BPJS punya aturan bahwa ada rujukan berjenjang, sementara masyarakat harapannya memang langsung di ujung. Padahal kita punya aturan internal atau aturan yang merupakan aturan yang ditetapkan oleh BPJS bahwa pasien yang ada harus ditangani terlebih dahulu, baru bisa dirujuk,” pungkas dr. Nuraida.
