Jakarta, TopBusiness—Sejak Februari 2022 hingga Februari 2023, semua kota di Jabodetabek mencatatkan pertumbuhan harga rumah secara tahunan, seperti Bogor (7%), Tangerang (4,1%), Depok (4,6%), Jakarta (2,8%), dan (Bekasi 2,7%). Kenaikan harga tahunan juga terjadi di hampir semua kota besar lain di Pulau Jawa, seperti Semarang (5,4%), Yogyakarta (6%), Surabaya (1,3%), Surakarta (3,7%) dan Bandung (0,6%).
“Berdasarkan Flash Report Rumah123.com bulan Maret 2023, beberapa kota besar di luar Pulau Jawa juga mengalami hal yang sama,” kata Senior Vice President Marketing 99 Group Indonesia, Bharat Buxani, hari ini secara tertulis.
Di luar Pulau Jawa, kenaikan harga rumah tapak secara tahunan juga terjadi, misalnya di Medan (5,3%) dan Denpasar (4,8%).
Dari sisi volume suplai rumah, Rumah123.com mencatat kenaikan suplai sebesar 5 persen pada bulan Februari 2023 dibandingkan Januari 2023. Sedangkan secara tahunan, volume suplai rumah mengalami pertumbuhan hingga 32% sejak Februari 2022.
Adapun lokasi terpopuler terkait permintaan rumah tapak di Indonesia masih didominasi wilayah Jabodetabek dengan minat tertinggi dipimpin Tangerang, yaitu sebesar 13,2 persen dari total permintaan pada bulan ini. Lokasi terpopuler berikutnya adalah Jakarta Barat dengan pangsa pasar sebesar 10,9 persen, diikuti Jakarta Selatan sebesar 10,3 persen.
Konsistensi minat pencarian properti di wilayah Jabodetabek disebabkan karena posisinya sebagai wilayah metropolitan terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pusat bisnis serta perekonomian Indonesia.
“Dengan ditopang berbagai pengembangan infrastruktur aksesibilitas yang terintegrasi dan fasilitas umum yang terjangkau serta berkualitas, mendorong minat untuk memiliki properti di kawasan ini terus tumbuh positif dari waktu ke waktu,” kata Bharat.
“Flash Report Rumah123.com bulan Maret 2023 menunjukkan harga rumah di Indonesia pada Februari 2023 mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen secara tahunan (year-on-year) sejak Februari 2022 silam,” kata dia.
