Jakarta, TopBusiness – PT Aqua Golden Misissipi (AGM) Babakanpari Sukabumi, salah satu pabrik milik Aqua Group konsisten dalam menggelar program tanggung jawab sosialnya atau corporate social responsibility (CSR).
Bahkan program CSR AGM Babakanpari tersebut sudah digarapnya dari hulu sampai ke hilir. Dari menjaga kelestarian lingkungan hingga turut mewujudkan pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut selaras dengan komitmen para pendiri perusahaan sera visi-misi perusahaan.
“Sejatinya dalam program CSR yang selaras dengan pembanguan bekelanjutan, kebijakan dan strategi CSR AGM Babakanpari Sukabumi daam empat hal yakni perlindungan air & lingkungan, praktek perusahaan ramah ligkungan, pengelolaan distribusi produk, serta pelibatan & pemberdayaan masyarakat. Dalam pelibatan & pemberdayaan masyarakat ini dalam tiga bidang yang ecodev, konservasi, serta wash,” tutur Andi Suhandi Manager CSR PT AGM Babakanpari Sukabumi, beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar Majalah Top Business. Di depan dewan juri, dia dan tim memaparkan sederet program CSR beserta program unggulanya yang sudah dijalankan selama ini.
Apalagi memang program CSR tersebut menjadi bagaian dari komitmen pendiri perusahaan, baik yang di Indonesia maupun di Prancis sana. Dia mengutip komentar Tirto Utomo, pendiri Aqua Golden Misissipi, “Kinerja bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi social dan lingkungan.”
Juga pernyataan Antoine Riboud, Eks CEO Danone yang mengatakan, “Tanggung jawab perusahaan tidak berhenti hanya di batas pintu gerbang.”
Profil Perusahaan
PT AGM Babakanpari Sukabumi ini mulai beroperasi pada September 1992 di atas luas lahan 93.615 m2 dengan luas gedung: 18.670,53 m2. Pabrik Aqua ini berada di lokasi Jalan Caringin Cidahu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Dengan kapasitas produksinya sebanyak 1,2 juta liters per tahun serta total line produksi sebanyak 3 lines HOD @2400 BPH. Total karyawan perusahaan ini sebanyak 231 orang yang karyawan tetap dan 42 orang karyawan dari pihak ketiga.
“Adapun distributor resmi kami ada tiga yaitu PT Tirta Varia Intipratama (TVIP), PT Balina Agung Perkasa (BAP), dan PT Tirta Utama Abadi (TUA). Dnegan kendaraan transportasinya sebanyak 150 trucks per hari,” jelas dia.
Dengan kebesaran perusahaan tersebut, kata Andi, tak alpa juga untuk melakukan program pertanggungjawaban soosialnya. Program-program CSR itu selaras dengan komitmen para pendiri perusahaan itu yang tertuang dalam Visi-Misi perusahaan.
Dengan Visi-nya: Berkomitmen menghasilkan produk yang berkualitas dan efisien serta menjaga keselamatan, kesehatan dengan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.” Adapun Misi-nya ada tiga, yaitu “Interdependent: Menciptakan budaya safety dan interdependent melalui orang-orang yang bermotivasi tinggi dan ligungan kerja yang sehat.”
“Go Green: Menerapkan praktek perusahaan hijau dengan pemenuhan terhadap semua regulasi dan mendorong program pengembangan social yang berkelanjutan.” Dan “Outstanding Performance: Mencapai performa luar biasa pada semua aspek SQCDME dan mempertahankannya dengan peningkatan yang berkelanjutan.”
Program CSR
Andi kembali menegaskan, program CSR yang digarapkan dari hulu ke hilir itu dimulai dari sumber air dilakukan program pemeliharaan sumur resapan atau jasa lingkungan, juga program akses air bersih dan kebun gizi Desa Cidahu 2021, lalu proram budidaya lebahmadu trigona Desa Kutajaya, serta program budidaya aya dan ikan 2019-2022. Yang terkahir ini merupakan program iinovasi pakan nabati.
Lalu untuk program di sekitar pabrik juga dilaksanakan, seperti program konservasi Taman Kehari, di sini juga digelar inovasi produk jahe Kristal. Lalu ada program pengelolaan sampah Desa Babakanpari, program akses air bersih Desa Tangkil 2022 serta program kebun gizi Desa Tangkil.
“Program CSR kami juga sudah mengadopsi ISO 26000 SR, seperti Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat (Ecodev) tahun 2022. Ini selaras dengan poin 4 yakni Tanggung Jawab terhadap Lingkungan dan poin 7 yaitu Keterlibatan dan Pengembangan Komunitas,” katanya.
Program ini berupa lanjutan peningkatan Ekonomi Budidaya Ayam dan Ikan melalui inovasi solar cell untuk penerangan kandang. Lokasi : Kelompok Cidahu Indah Farm Desa Cidahu. Seperti Lanjutan Peningkatan Ekonomi Budidaya tnaman Herbal Jahe dan Madu trigona, yang berlokasi di Ponpes Darul Falah Desa Tangkil Kec. Cidahu.
Ada juga Peningkatan Ekonomi Berbasis Agroforestry berupa kegiatan: Demplot Agroforestry, Demplot bunga matahari, Demplot budidaya lebah madu trigona, Pengembangan produk madu dan propolis. Yang berada di lokasi Kelompok Tani Hutan Desa Kuta Jaya, Kec. Cicurug, Kab. Sukabumi.
Selanjutnya, program-program yang selaras degan ISO 26000 SR itu adalah program peningkatan akses bersih dan sanitasi lingkungan, program edukasi gizi Balita dan Ibu Hamil untuk meminimalkan stunting, program pengelolaan sampah terpadu, program konservasi jasa lingkungan, dan program Konservasi Pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati.
“Semua itu selaras dengan ISO 26000 SR di poin 4 yakni Tanggung Jawab terhadap Lingkungan dan poin 7 yakni Keterlibatan dan Pengembangan Komunitas,” jelasnya.
“Dan untuk program-program unggulan kami, antara lain, program inovasi pembuatan pakan nabati. Di program ini keunggulan, dari sisi unsur kebaruan yakni merekayasa mesin penggiling tepung dengan merubah gear dan holder dengan gear mata pisau khusus. Dengan perubahan sistemnya berupa pemberian pakan murni dicampur dengan pakan nabati yang telah digiling dan dikeringkan dengan komposisi 50 : 50. Serta dari sisi investasi yang dikeluarkan telah mengefisiensikan biaya pakan sebesar 50% dari biaya penggunaan pakan murni, dengan nilai efisienisi yaitu 1.720 KG pakan / tahun setara dengan Rp14.240.000,” terang dia.
Dan tentu saja banyak nilai tambah dari program ini yaitu: Kenaikan bobot dari berat ayam sebesar rata-rata 0.8 kg / ekor disbanding menggunakan pakan murni; Penurunan biaya pembelian pakan sebesar Rp14.240.000,-/ tahun; Peningkatan nilai jual karena dari cita rasa daging ayam yang berbeda dengan menggunakan pakan murni; Menciptakan lapangan kerja dengan mempekerjakan lebih dari 14 orang masyarakat sekitar; Sirkular ekonomi dengan memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk untuk sayuran organik, dan sisa sayuran organik dapat dimanfaatkan Kembali untuk bahan campuran pakan; serta Tempat belajar kelompok tani lain untuk menerapkan metode dan system yang sama.
Program unggulan lainnya adalah, inovasi jahe kristal petani Taman Kehati. Dengan unsur kebaruannya adalah pertama, metode penanaman di bawah tegakan searah kontur menyebabkan turunnya laju erosi dan run off; dan kedua, Pengembangan formula minuman herbal jahe dari bentuk serbuk menjadi bentuk kristal dan larutan sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh semua orang, baik menggunakan air panas atau air dingin.
Untuk dampak ke lingkungannya adalah penurunan laju erosi berdasarkan pendekatan Universal Soil Lost Equation (USLE) sebesar 0,51 ton/ha dan Resapan air sebesar 310,63 liter / x hujan.
“Sehingga program ini memiliki manfaat dan nilai tambah yakni perubahan rantai nilai: adanya peningkatan ekonomi di masyarakat serta penambahan kualitas layanan produk: metode penanaman mengurangi laju erosi, dan ketiga perubahan prilaku yakni petani mamanfaatkan lahan sempit miliknya untuk ditanami jahe merah,” ungkap Andi.
Dengan sederet pogram tersebut, tak aneh jika PT AGM Babakanpari Sukabumi ini mendulang banyak penghargaan dari pemerintah. Antara lain, “Kami mendapat Penghargaan proper Hijau sejak tahun 2015-2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Atau delapan tahun berturut-turut.”
Juga ada Penghargaan Industri Hijau dari Kementrian Perindustrian dari tahun 2019-2022, Penghargaan CSR dari Gubernur Jawa Barat Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama 2011-2022, dan Penghargaan CSR dari Bupati Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi selama tahun 2011-2022.
“Untuk penghargaan terkait dengan kinerja bisnis kami juga mendapat pengargaan berupa Penghargaan Industri Hijau dari Kementrian Perindustrian sejatuh 2019 hingga 2022 lalu,” pungkas dia.
