TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pemanfaatan Sampah Hotel di Desa Binaan Tanjung Burung Jadi Program Unggulan TJSL WIKA Realty

Busthomi
25 May 2023 | 10:06
rubrik: CSR, Event
Pemanfaatan Sampah Hotel di Desa Binaan Tanjung Burung Jadi Program Unggulan TJSL WIKA Realty

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Realty atau WIKA Realty terus meningkatkan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam setiap tahunnya. Sebagai perusahaan pengembang properti dan pemilik perhotelan yang berada di beberapa kota antara lain Jakarta, Tangerang, Makasar, dan beberapa kota di Bali serta NTB tersebut, tentu saja program TJSL sudah menjadi keniscayaan guna mengokohkan peran perusahaan di tengah-tengah masyarakat.

Senada dengan itu, program TJSL yang digelar perusahaan pun tentu saja mendukung terciptanya Visi-Misi perusahaan. Dengan Visi-nya adalah, “Menjadi Perusahaan Property Developer dan Hotel Owner terkemuka, sehat, dan tumbuh secara berkelanjutan.” Dengan salah satu Misi-nya yakni, “Menjaga kelestarian lingkungan.”

Makanya, sederet program TJSL dari perusahaan yang saham mayoritasnya mencapai 71,78% milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) itu, mengusung bisnis berelanjutan.

“WIKA Realty senantiasa melakukan program dan kegiatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mengadaptasi prinsip triple bottom lines yakni (Profit, Planet, dan People), dalam rangka menciptakan dan mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),” ungkap Wijanarko Yuwono, selaku Sekretaris Perusahaan WIKA Realty.

Pernyataan Wijanarko itu disampaikan kala mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, beberapa waktu lalu. Sejumlah program CSR atau TJSL pun dibeberkan oleh tim WIKA Realty di depan dewan juri.

Hadir mendampingi Wijanarko dalam proses penjurian itu adalah Kabag GA, TJSL dan GCG WIKA Realty, Makmun; Kabag Investor Relations dan Humas WIKA Realty, Saskia Megananda; dan Kabag Sistem Manajemen WIKA Realty, Dwi Purwanto.

Menurutnya, WIKA Realty telah menetapkan komitmen dan kebijakan pelaksanaan program TJSL yang diselaraskan dengan Code of Conduct (CoC) Perseroan. Program TJSL yang dilaksanakan WIKA Realty adalah dengan menyasar berbagai pihak/stakeholders, dan lingkungan.

“Di mana WIKA Realty yang bergerak dalam bidang properti dan perhotelan, memiliki kewajiban moral untuk melakukan pengelolaan operasional usaha yang mencerminkan kepedulian WIKA Realty terhadap lingkungan hidup, dan senantiasa melakukan penggunaan sumber daya alam dan energi yang ramah lingkungan,” tuturnya.

BACA JUGA:   CSR Solusi Bangun Indonesia Libatkan Masyarakat

Maka dari itu, melalui penerapan program dan kegiatan TJSL tersebut, Wika Realty berharap dapat memberikan dampak positif, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi seluruh pemangku kepentingan. “Sehingga menciptakan hubungan yang harmonis untuk menjamin keberlangsungan usaha jangka panjang, serta pada akhirnya WIKA Realty dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ucapnya.

Strategi TJSL

Lebih jauh dijelaskannya, dalam rangka menggelar strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui pengelolaan TJSL ini, WIKA Realty merumuskan beberapa tujuan yang ingin dicapai. Sebab, perseroan memiliki keyakinan bahwa keberhasilan dalam keberlangsungan usaha Perseroan salah satunya dipengaruhi oleh hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) serta lingkungan sekitar.

“Sebagai bagian dari corporate citizen, Wika Realty berharap kehadirannya dapat membawa dampak positif yang berkesinambungan bagi para pemangku kepentingan dalam jangka panjang, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Selanjutnya, dalam rangka menyukseskan program TJSL ini, perseroan juga telah mengelola isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan baik melalui rencana kerja dan anggaran yang relevan.

Berdasarkan isu-isu prioritas hasil uji tuntas, lanjut dia, perseroan memfokuskan strategi maupun program kerja yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perseroan menggunakan dasar kedekatan (proximity) dan tingkat kepentingan (level of interest) sebagai dasar penentuan pemangku kepentingan Perseroan, hal ini dilakukan dalam rangka membangun relasi dengan para pemangku kepentingan.

“Jadi secara internal, hubungan dibangun melalui berbagai saluran komunikasi untuk berinteraksi, seperti melalui surat elektronik (surel) dan rapat berkala. Sementara itu, secara eksternal, Perseroan melibatkan klien dan pemangku kepentingan lainnya kepada kegiatan proyek sehari-hari.”

“Selain itu, dalam strategi program TJSL, juga lebih ditekankan pada upaya menciptakan manfaat bagi Perseroan dan stakeholders dalam rangka membangun hubungan yang berkelanjutan dan memperkuat keberlanjutan pertumbuhan Perseroan,” tandasnya.

BACA JUGA:   Program TJSL “Darling” Sudah Ber-CSV, Bukti Transformasi Danareksa Berjalan Sukses

Dan beberapa program CSR yang sudah dilakukan di sekitar proyek WIKA Realty antara lain, di Tamansari Swarna Palembang (untuk proyek properti), digelar program CSR melalui program mengusung konsep Greeneries (Hijau) yang kaya akan beragam vegetasi.

Kemudian di sekitar Hotel Kryiad Tangerang, dilakukan program pengelolaan sampah untuk dijadikan limbah yang memiliki nilai ekonomi. Lalu di lingkungan Hotel Grand Inna Malioboro, DIY, digelar program berupa memberikan kesempatan UMKM untuk bisa “unjuk gigi.” Dan di wilayah Hotel Whyndam Jivva Bali, program CSR-nya berupa memberikan hak pengelolaan sawah seluas 3.550 m2 kepada warga sekitar untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Program TJSL Unggulan

WIKA Realty, disebutkan Wijanarko, terus menggarap program CSR dari tahun ke tahun agar program tersebut lebih tepat sasaran. Dan salah satu yang menjadi andalan di ajang TOP CSR tahun ini adalah Pemanfaatan Sampah Hotel di Desa Binaan Tanjung Burung, Tangerang, Banten.

“Hotel Kyriad Airport, Tangerang, yang dikelola oleh WIKA Realty, menggelar program pemanfaatan sampah organik yang bekerja sama dengan Program Lingkungan dan Pengembangan Komunitas Pengelolahan dan Bank Sampah Desa Binaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Niaga, Kabupaten Tangerang,” dia menjelaskan.

Dalam program TJSL ini, pengelola Kyriad Hotel Airport Jakarta, telah memberikan bantuan CSR berupa alat transportasi motor listrik “WinmaX” dan “Rumah Magot” sebagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Bank Sampah Tanjung Burung “Tabur Banksa”. Alat-alat ini untuk mengurangi permasalahan sampah yang hingga kini belum mendapatkan solusi yang tepat dan maksimal.

Bank Sampah Tanjung Burug “Tabur Banksa” adalah unit usaha dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanjung Burung yang bergerak di bidang pengolahan sampah baik sampah organik maupun sampah anorganik dengan system Bank Sampah yang dibina oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu. 

“Di mana dalam prosesnya, masyarakat sebagai nasabah yang menyetorkan sampahnya kepada Bank Sampah lalu dibayarkan dengan berupa tabungan yang dapat dicairkan sesuai mekanisme serta kesepakatan dan kondisi yang ada,” jelas dia.

BACA JUGA:   Sinarmas MSIG Life Dorong Peran HC Menuju GREAT 2025

Adapun program TJSL ini sudah sukses berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan dari program tersebut, sehingga pada akirnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dibeberkan dia, program bermaksud untuk, pertama, mengembangkan potensi serta mengoptimalkan sumber daya yang dimilki oleh Kelompok “Tabur Banksa.”

Kedua, menciptakan lapangan kerja baru untuk mewujudkan masyarakat dan anggota kelompok yang lebih mandiri. Ketiga, pemanfaatan sampah organic, yang bersumber dari rumah tangga, dan lainnya yang dapat dijadikan pakan budidaya magot BSF. Dan keempat, selain itu juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan dapat menekan pengangguran.

Adapun tujuan program, ini adalah, pertama, membangun system circular economy bagi masyarakat sehingga lebih mandiri berusaha serta mampu dengan sendirinya meningkatkan taraf hidup, pendapatan dan kesejahteraan. Kedua, meningkatkan sumberdaya manusia yang berorientasi pada pengelolaan dan pengurangan sampah agar dapat diolah secara mandiri. Dan ketiga, meningkatkan awareness (kesadaran) masyarakat akan suatu masalah sosial serta menjaga kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sampah organic sebagai bahan baku pupuk kompos dan pupuk organic cair (POC).

“Alhasil program ini sudah menciptakan manfaat. Jadi pencapaiannya itu, hampir semua jenis sampah dapat kami olah, baik itu sampah organic maupun anorganik. Sampah organic kami olah menjadi pakan magot dan pupuk organic, yang kemudian magot tersebut kami jadikan sebagai pakan budidaya lele system bioflok, sedangkan sampah anorganik kami olah atau cacah menjadi bahan baku produksi manufaktur dan industry,” dia membeberkan pencapaian program ini.

“Saat ini kelompok Tabur Banksa ini telah memiliki sekitar 450 nasabah. Warga yang menjadi nasabah bisa datang kelokasi Bank Sampah tersebut untuk menukarkan dan mengisi tabungan di Bank Sampah Tabur Banksa, atau kami lakukan CTA (Catat Timbang Angkut) dengan cara mendatangi para nasabah,” pungkas dia mengakhiri penjelasannya.

Tags: PT WIKA RealtyTOP CSR Awards 2023
Previous Post

Bank DKI Kolaborasi dengan KWK

Next Post

Peningkatan yang Konsisten dari Total Tertanggung di Asuransi Jiwa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR