TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Musim Laporan Keuangan, Ini 20 Saham Direkomendasikan

Achmad Adhito
17 July 2023 | 13:33
rubrik: Capital Market
Berikut Ini Nilai Obligasi-Sukuk-SBN di  BEI

Ilustrasi Bursa Saham/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu lalu ditutup menguat sebesar 2,3%, market pada minggu ini diprediksi akan menguat kembali karena sejumlah sentimen penggerak.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino, dalam riset terbaru yang diterima hari oleh Majalah TopBusiness, menjelaskan pada minggu lalu market laju IHSG tertopang sektor kesehatan sebesar 6.0%, sektor properti dan real estat 3,7% dan teknologi 4,3%. Sementara itu, satu-satunya sektor yang melemah yakni sektor infrastruktur sebesar -0,5%.

Mino menerangkan sentimen positif dari sektor kesehatan yakni pengesahan RUU Kesehatan menjadi UU. UU Kesehatan ini diyakini bisa mengatasi kekurangan dan distribusi dokter dan dokter spesialis, menyederhanakan perizinan dan diperbolehkannya dokter asing bekerja di Indonesia sehingga bisa mencegah orang Indonesia berobat ke luar negeri.

Berbicara tentang potensi market pada minggu ini, Mino menjelaskan dua sentimen yang bakal menggerakkan market yakni sentimen domestik dan eksternal. Dari domestik ia menyebutkan sentimen neraca perdagangan, di mana investor akan menunggu data neraca perdagangan untuk bulan Juni 2023.

Menurut konsensus, data neraca perdagangan akan kembali surplus US$1.16 miliar lebih besar dari sebelumnya surplus US$0.44 miliar.

Sementara itu, ekspor akan turun sebesar 17.80% yoy (vs sebelumnya +0.96% yoy) dan impor turun 4.20% yoy (vs sebelumnya +14.36 yoy).
Menariknya dari sisi domestik, tambah Mino, musim laporan keuangan emiten big cap yang akan dimulai pada akhir Juli 2023 menjadi sentimen positif yang layak untuk dicermati mulai minggu ini.

Dari sentimen eksternal, Mino menyoroti dimulainya musim laporan keuangan dan penjualan ritel di Amerika.

“Pada akhir pekan lalu dua emiten perbankan di Amerika yaitu JP Morgan dan Well Fargo mulai melaporkan kinerja keuangannya. Keduanya melaporkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi.”

BACA JUGA:   Pasar Bakal Rebound, Ini Saham Pilihan: TINS, MBMA, BUMI, ARCI, RATU, dan INDY

Sementara itu berdasarkan FacSet, emiten penghuni indeks S&P 500 akan mencatatkan penurunan kinerja sebesar 7% yoy di 2Q23.
Terkait sentimen penjualaan ritel di Negeri Paman Sam, ia menguraikan bahwa pada Mei lalu penjualan ritel di Amerika naik sebesar 1.6% yoy lebih tinggi dari sebelumnya 1.2% yoy. “Data penjualan ritel ini cukup penting untuk melihat seberapa sehat perekonomian Amerika di tengah kebijakan moneter ketat oleh Bank Sentral Amerika,” tandasnya.

Nah, ditopang sejumlah sentimen, teristimewa musim laporan keuangan emiten baik eksternal maupun domestik seperti saham-saham big cap mulai akhir Juli 2023, Indo Premier merekomendasikan 20 saham untuk trading pada minggu ini yang akan berlangsung dalam 4 hari perdagangan hingga 21 Juli 2023 karena ada libur Tahun Baru Islam 1445 H, yakni pada saham berikut ini: BBRI: (Support: 5.400, Resistance: 5.625), BBCA (Support: 9.050, Resistance: 9.325), BBTN (Support: 1.295, Resistance: 1.345), AALI (Support: 7.750, Resistance: 8.175), LSIP (Support: 1.060, Resistance: 1.150).

Selanjutnya: DSNG (Support: 570, Resistance: 640), SMRA (Support: 675, Resistance: 740), CTRA (Support: 1.045, Resistance: 1.175), BSDE (Support: 1.070, Resistance: 1.195), PWON (Support: 480, Resistance: 510), MAPI (Support: 1.710, Resistance: 1.900), SILO (Support: 1.750, Resistance: 2.010).

Kemudian, HEAL (Support: 1.410, Resistance: 1.645), INDF (Support: 7.250, Resistance: 7.625), ICBP (Support: 11.300, Resistance: 12.325), TKIM (Support: 6.350, Resistance: 7.000), INTP (Support: 10.000, Resistance: 10.675), PTPP (Support: 590, Resistance: 660), ANTM (Support: 1.960, Resistance: 2.040) dan BIRD (Support: 2.120, Resistance: 2.300).

Tags: Indo premier sekuritasminorekomendasi saham
Previous Post

Punya Peran Besar, UMKM Masih Terganjal Akses Pembiayaan

Next Post

Peritel Tiongkok Ekspansi Pasar RI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR