Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 14 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Pada penutupan Jumat lalu (11/8), pasar AS bergerak sideways. Dow Jones menguat 0,3%, S&P 500 melemah 0,11%, dan Nasdaq 0,56%. Nasdaq ditutup lebih rendah, karena saham-saham semikonduktor yang melemah. Pasar Asia-Pasifik diperkiraan dibuka sideways pada hari Senin karena investor menantikan data penting dari Jepang dan China menjelang akhir pekan. Pasar Asia-Pasifik diprediksi akan dibuka sideways, menyusul serangkaian data ekonomi dari berbagai wilayah, termasuk data inflasi dari Malaysia dan Singapura.
Pasar komoditas terpantau menguat pada Jumat (11/8) kemarin. Minyak WTI menguat 0,35% ke level USD 83,19/bbl, harga batubara menguat 0,7% di level USD 144/ton, nikel melemah 0,5% ke level USD 20.328 dan CPO menguat 0,64% ke level MYR 3.751. Harga emas terpantau menguat 0,09 ke level USD 1.946/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (11/8) kemarin. Kospi melemah 0,4%, Nikkei tutup, Hang Seng melemah 0,9%, dan Shanghai 2%.
IHSG ditutup melemah 0,19% ke level 6.880. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut menguat 0,08% ke level 208,3. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 278,6 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 253,8 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net sell asing Rp 24,8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBRI (Rp 141,6 miliar), BMRI (Rp 85,9 miliar), dan ASII (Rp 63,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BBCA (Rp 116,3 miliar), INDF (Rp 20,9 miliar), dan BBNI (Rp 14,7 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXBASIC, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah BRPT, AMRT, TPIA, sementara top lagging movers emiten adalah GOTO, BYAN, BBRI.
Pagi ini Nikkei menguat 0,84% dan KOSPI melemah 0,4%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian sebut penelitian.
