TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Dunia Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Pada 5,1 Persen

Nurdian Akhmad
20 June 2016 | 12:47
rubrik: Ekonomi

Jakata-Thebusinessnews. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1 persen pada tahun 2016.Sementara  pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lamban dan diturunkan sebesar setengah persen dari proyeksi sebelumnya, menjadi 2,4 persen.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia,  Rodrigo Chaves, penggerak pertumbuhan  ekonomi  Indonesia yakni konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah . “Kelanjutan reformasi kebijakan dapat membantu mengatasi dampak melambatnya permintaan dan gejolak pasar keuangan dunia,” ujar dia di Jakarta, Senin( 20/6/2016).
Ia melajutkan,Kebijakan keuangan yang penuh kehati-hatian, peningkatan investasi pemerintah di bidang infrastruktur dan reformasi kebijakan guna memperkuat iklim investasi, telah menolong  Indonesia dalam mempertahankan pertumbuhannya di kisaran 5,1 persen.
asing.

Ia menyarankan agar Indonesia perlu meningkatkan investasi swasta, mengingat tekanan padapendapatan pemerintah dapat membatasi rencana investasi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, walaupun dengan proyeksi penerimaan yang lebih rendah dan defisit fiskal yang lebih tinggi sebesar 2,8 persen dari PDB, menurut perhitungan Bank Dunia, 90 persen target investasi yang tercantum di APBN 2016 awal tetap akan terpenuhi.

Pertumbuhan belanja sektor swasta tetap tangguh di 5 persen tahun-per-tahun. Perkembangan investasi tetap yang melambat, akibat menurunnya belanja pemerintah, berdampak pada tumbuhnya PDB Indonesia sebesar 4,9 persen tahun-per-tahun di kuartal pertama tahun 2016. Melemahnya permintaan dunia juga akan terus menekan ekspor.

Dengan melemahnya sektor komoditas, Indonesia sebaiknya meraih kesempatan memperluas sektor manufaktur dan jasa. Peran Indonesia dalam sektor manufaktur dunia tidak banyak berubah dalam 15 tahun terakhir, berkembang rata-rata di kisaran 0,6 persen.

“Ini adalah kesempatan besar untuk terus melaksanakan reformasi, yang dapat memperkuat daya saing sektor manufaktur dan jasa, khususnya pariwisata. Selain reformasi yang terus berjalan, penting juga adanya strategi yang berpusat pada pengalihan teknologi atau pembangunan kapasitas terkait disain produk, perencanaan dan pembangunan industri yang penuh prospek. Kemitraan yang kuta dengan sektor swasta juga sangat penting guna meremajakan industri dan naik kelas di bidang teknologi,” ujar Ndiame Diop,Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia.
Saat ini, ekspor manufaktur Indonesia didominasi oleh produk teknologi rendah, peleburan materi (blending), dan perakitan. Akibatnya, Indonesia rentan terhadap perpindahan lokasi perusahan-perusahaan multi-nasional.

BACA JUGA:   RI Siap Bahas Isu Tertunda di WTO

Selain rangkuman tantangan bidang manufaktur, laporan IEQ juga menganalisa berkembangnya deregulasi perdagangan dan dampak liberalisasi perdagangan pada biaya hidup, terutama harga pangan. Laporan ini juga menjelaskan bagaimana pendapatan dan pengeluaran bank, pasar keuangan yang terbatas, serta persaingan dari pemerintah untuk mendapat sumber pembiayaan, berdampak pada tingginya suku bunga di Indonesia. (red).

Previous Post

Kini Peserta JKN Dapat Lakukan Pembayaran Melalui BCA

Next Post

Standar Chartered Tawarkan Nasabah ke Disneyland Hongkong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR