Jakarta, TopBusiness—Terkait dengan perlambatan pasar properti perkantoran di Jakarta, saat ini para pengembang lebih cermat dalam ekspansi membangun gedung perkantoran. Kini mereka berupaya mendapatkan tenant sebelum membangun gedung tersebut.
“Sementara itu, kalau sebelumnya, pengembang membangun gedung perkantoran lebih dulu. Dan mendapatkan tenant, itu urusan nanti,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset terbaru untuk media massa, melalui jaringan internet (7/10/2020).
Ferry lalu memaparkan hasil riset pihaknya tentang kondisi properti perkantoran di Jakarta pada saat ini.
Gedung perkantoran yang masih tahap konstruksi dan belum ada jadwal selesai dalam waktu dekat, bisa mengalami penundaan jadwal mulainya operasinya. “Untuk proyek yang dalam tahap perencanaan, kecenderungan [penundaan] itu lebih kuat,” ucap Ferry.
]
Di sisi lain, pada tahun 2022, diperkirakan akan adanya sebuah fase keseimbangan baru. Dalam hal ini, posisi tawar-menawar para pengelola gedung perkantoran, membaik. “Pada tahun 2020 dan 2021, jumlah pasokan cukup signifikan. Dan 2022, mulai melandai. Jadi, ada keseimbangan baru mulai tahun 2020, dan di sini masa tenants market tidak lagi ada.”
Untuk tahun 2021, pasokan properti perkantoran di CBD Jakarta, nyaris mencapai 400.000 m2. Ini merupakan angka yang cukup berarti.
“Maka, kalau tahun 2021, terlihat belum ada ‘keseimbangan baru’ tersebut,” Ferry menjelaskan.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
