Jakarta, TopBusiness—Oktober 2023 dalam hal kenaikan harga rumah, di Pulau Jawa, Semarang mencatatkan kenaikan harga tahunan sebesar 3,3 persen secara YoY (year on year). Angka ini mengungguli dua kota lainnya, Surakarta (3%) dan Surabaya (2,5%).
Country Manager 99 Group Indonesia, Maria Herawati Manik mengatakan hari ini secara tertulis, “Berdasarkan catatan kami, jenis properti yang paling diminati di Semarang hingga Oktober 2023 adalah rumah tapak, mencapai 64,4 persen.”
Menjelaskan hasil Flash Report Rumah123.com Edisi November 2023, Maria mengatakan, pihaknya juga mencatat bahwa permintaan terhadap tanah cukup signifikan, sekitar 14,1 persen, dan ruko sebesar 8,1 persen. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai Port of Java dan terletak di utara Pulau Jawa, Semarang menjadi pusat vital untuk kegiatan bisnis dan perdagangan. “Daya tarik pariwisata dan perkembangan infrastruktur juga menjadi faktor yang membuat orang tertarik untuk menginvestasikan aset mereka di kota ini.”
Sepanjang tahun 2023, pertumbuhan permintaan rumah sewa di Semarang secara YoY sebesar 39,9 persen dan rumah jual mencapai 92,1 persen. Mayoritas peminat properti di Semarang merupakan warga Semarang itu sendiri yang mencapai 47,1 persen. Namun, sejumlah peminat dari kota lainnya juga terbilang signifikan, seperti Jakarta (16,2%), Surabaya (8,3%), Kuta (4,5%) dan Yogyakarta (2,7%).
Dari segi usia, pembeli properti potensial di Semarang umumnya kalangan usia 35-44 tahun (30,5%) dan generasi lebih muda di rentang usia 18-24 tahun (27%) serta 25-34 tahun (22,9%).
Ada lima area di Semarang dengan popularitas tertinggi, yaitu Tembalang (10,06%), Banyumanik (8,92%), Pedurungan (5,99%), Semarang Barat (5,47%) dan Gunung Pati (5,25%). Mayoritas pengembangan residensial di Semarang berada di area timur dan selatan, pada 4 kecamatan terpopuler.
Selain terdapat banyak pengembangan residensial dan area pemukiman yang cukup padat, kawasan ini juga menjadi lokasi Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang, sehingga pengembangan properti di sekitar area tersebut dapat menargetkan pasar mahasiswa yang berasal dari luar Semarang. Sedangkan Semarang Barat, yang terletak di sebelah utara Semarang juga terbilang strategis lantaran merupakan lokasi Bandara Udara Ahmad Yani. Area ini juga dekat dari kawasan wisata dan area kota lama Semarang, dan menjadikan area ini cukup padat serta terjangkau dari pusat kota.
Maria menjelaskan pula bahwa secara nasional, tren harga rumah di Indonesia mengalami peningkatan tahunan sebesar 2,5 persen pada bulan Oktober 2023 dibandingkan sejak Oktober 2022, secara YoY.
